Yogyakarta, suarapasar.com – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Yogyakarta akan menggelar Musyawarah Kota (Muskota) IX pada Januari 2026 sebagai forum tertinggi organisasi untuk memilih Ketua Kadin Kota Yogyakarta periode 2026–2031. Berbeda dari periode sebelumnya, Muskota kali ini dipastikan berlangsung dengan mekanisme pemilihan karena diikuti lebih dari satu calon.
Ketua Steering Committee (SC) Muskota IX, Fatma Arief Fianti, menjelaskan seluruh tahapan penyelenggaraan Muskota dilaksanakan sesuai Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga (AD ART), serta Peraturan Organisasi (PO). Tahapan dimulai dari pembentukan panitia SC dan Organizing Committee (OC), pembukaan pendaftaran calon sejak Desember 2025, hingga proses verifikasi dan validasi.
“Pendaftaran peserta itu calon ketua kita tutup pada tanggal 12 Januari 2026 dan dari lima calon yang masuk yang memenuhi syarat sesuai dengan AD ART itu adalah dua orang yang atas nama Cahyo Baroto dan Eko Sutrisno,” katanya.
Fatma menambahkan, Muskota IX mengusung tema Sinergi Antara Pemerintah dan Dunia Usaha untuk Penguatan Kadin Kota Yogyakarta untuk UMKM yang Berdaya Saing. Dalam pelaksanaannya, Muskota akan membahas berbagai agenda melalui sidang pleno I dan II yang terbagi dalam tiga komisi, yakni komisi organisasi, program kerja, dan rekomendasi.
Sementara itu, Ketua Kadin Kota Yogyakarta sekaligus Ketua Penyelenggara Muskota, Aji Karnanto, menyebutkan kehadiran dua kandidat membuat proses pemilihan tidak dapat dilakukan secara aklamasi. Meski demikian, ia berharap kontestasi berjalan sehat dan kondusif.
“Memang ada dua kandidat, mudah-mudahan nanti semuanya bisa legowo pada akhirnya, karena apapun namanya pertandingan ya cuma satu yang menang,” katanya, Kamis (15/1/2026).
Aji juga menekankan pentingnya sinergi antara Kadin dan Pemerintah Daerah ke depan. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi kunci agar program Kadin, khususnya dalam pengembangan UMKM dan industri kreatif di Yogyakarta, dapat berjalan maksimal.
“Harapan kami kalau itu yang jelas untuk kemajuan UMKM, kalau Yogyakarta inikan industri kreatif. Itu ya yang perlu didengungkan kalau saya sih, dan itu sesuai dengan harapan pemerintah kota,” ucapnya.
Terkait pembukaan Muskota, Aji menyebutkan rencananya acara akan dibuka oleh Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo, meski hingga kini kehadirannya masih menunggu konfirmasi.
“Sementara masih, tapi fix-nya belum tahu apakah nanti di apa delegasikan ke yang lain terus kita belum dapat kabar. Paling harapan kami kalau di delegasikan ya ke Pak Wawali karena Pak Wawali juga orang Kadin, tapi sampai saat ini belum terkonfirmasi,” ujarnya.
Dari sisi teknis, Ketua OC Muskota IX, Trijuni Suasono, memastikan persiapan pelaksanaan telah mencapai sekitar 90 persen. Ia optimistis seluruh rangkaian acara dapat berjalan lancar sesuai jadwal.
“Semoga saja kami mengharapkan bahwa nanti pada waktu musyawarah tanggal 19 Januari 2026 pada hari Senin jam 08.00 WIB sampai selesai tidak ada halangan apapun,” ucapnya.
Sesuai ketentuan AD ART, hak pilih dalam Muskota diberikan kepada anggota Kadin Kota Yogyakarta yang memiliki Kartu Tanda Anggota Biasa (KTA B). Tercatat sekitar 60 anggota KTA B akan menggunakan hak pilihnya, dengan tambahan peninjau dan tamu undangan yang turut hadir dalam Muskota IX tersebut.(prg,wur)








