Kulon Progo, suarapasar.com – Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Kulon Progo menggelar Pengajian Aparat sebagai bagian dari upaya peningkatan layanan keagamaan sekaligus menyambut Hari Amal Bhakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula MAN 2 Kulon Progo pada Jumat (19/12/2025) pagi.
Kepala Kankemenag Kulon Progo, H.M. Wahib Jamil, S.Ag., M.Pd., menjelaskan bahwa peningkatan layanan keagamaan merupakan salah satu program prioritas Menteri Agama, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, M.A. Keberhasilan program tersebut ditandai dengan semakin dekatnya umat beragama dengan ajaran agamanya.
“Salah satu program prioritas Menteri Agama yakni peningkatan layanan keagamaan. Kita terus berupaya semaksimal mungkin agar umat beragama semakin dekat dengan agamanya. Dengan semankin dekat dengan agama, maka kita akan menjadi orang yang bertakwa. Artinya kita akan selalu berupaya untuk menjadi orang yang berakhlakul karimah,” ujarnya.
Menurutnya, pengajian aparat ini menjadi sarana untuk mewujudkan tujuan tersebut sekaligus momentum menyambut HAB ke-80 Kementerian Agama. Ia berharap kegiatan ini mampu membentuk aparatur yang lebih berhati-hati dan bertanggung jawab dalam memberikan pelayanan kepada umat dan masyarakat.
“Pengajian aparat kali ini dalam rangka mewujudkan hal tersebut. Sekaligus dalam rangka menyambut Hari Amal Bhakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama. Sehingga diharapkan agenda ini menjadi momentum bagi kita untuk semakin dekat dengan agama. Sehinga menjadi aparat yang selalu berhati-hati dalam menjalankan tugas memberikan pelayanan yang terbaik bagi umat dan masyarakat,” imbuh Kakan.
Lebih lanjut, Wahib Jamil menegaskan bahwa kedekatan dengan nilai-nilai agama juga menjadi benteng dalam mencegah perilaku negatif, seperti korupsi, kolusi, nepotisme, dan gratifikasi. Namun demikian, upaya tersebut perlu dilandasi dengan semangat kerukunan dan sinergi, sejalan dengan tema HAB ke-80 Kemenag.
“Dengan semakin dekat dengan agama, kita juga akan terhindar dari perilaku-perilaku negatif. Seperti korupsi, kolusi, nepotisme, gratifikasi, dan lain-lain. Namun demikian dalam pencapaian program tersebut harus dilandasi dengan jiwa kerukunan dan membagun sinergi. Selaras dengan tema HAB ke-80 Kemenag yakni Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju,” pungkas Jamil.
Pengajian Aparat tersebut menghadirkan Pembicara Guru Besar Tafsir UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Dr. H. Abdul Mustaqim, S.Ag., M.Ag. Hadir dalam agenda tersebut, Asda Pemerintahan dan Kesra, Wakil Ketua DPRD, Forkopimda, Pimpinan OPD/Dinas, Panewu, Lembaga Keagamaan Islam, Baznas, Kepala Kankemenag beserta jajaran, Kepala Madrasah, Kepala KUA, Penyuluh Agama, dan lain-lain.(prg,wur)








