Pemkot Yogyakarta Dorong Kolaborasi Lintas Sektor untuk Perkuat Ekosistem Pariwisata dan Akses Penerbangan ke YIA

Gondokusuman, suarapasar.com – Pemerintah Kota Yogyakarta mendorong kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat ekosistem pariwisata melalui FGD Asosiasi Pariwisata Tahun 2025 yang digelar di Kimaya Hotel pada Kamis (4/12/2025). Agenda ini membahas peningkatan kualitas pariwisata sekaligus peluang pembukaan akses penerbangan langsung menuju Yogyakarta International Airport (YIA).

Kepala Bidang Industri Pariwisata Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, Cesaria Eka Yulianti, melaporkan bahwa pergerakan wisatawan hingga Oktober 2025 mencapai 8.867.790 orang dengan rata-rata lama tinggal 1,77 hari serta belanja wisatawan sebesar Rp 2.465.666. Kondisi tersebut menunjukkan Kota Yogyakarta tetap menjadi destinasi unggulan bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Industri pariwisata perlu semakin adaptif, inovatif, dan memperkuat kolaborasi menghadapi persaingan destinasi yang ketat. Salah satu fokusnya adalah membuka lebih banyak direct flight menuju YIA dari berbagai wilayah Indonesia dan pasar internasional. Peluang kerja sama juga terbuka melalui rute Haikou–YIA oleh Hainan Airlines, yang kini ikut dimanfaatkan jamaah umrah sebagai jalur transit,” terangnya seperti dikutip dari laman Pemerintah Kota Yogyakarta.

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, menegaskan komitmen Pemkot dalam peningkatan kualitas pariwisata serta penguatan jejaring antarpemangku kepentingan.
“Kota Yogyakarta sangat mendukung meningkatnya wisatawan. Kami ingin menerima masukan mengenai hal-hal yang perlu diperbaiki. Jangan berjalan sendiri-sendiri, kolaborasi dengan pemerintah pusat kementerian, antarkabupaten, kota, dan stakeholder pariwisata sangat diperlukan,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya menangkap peluang dari negara-negara dengan minat tinggi terhadap Yogyakarta.
“Pasar wisata dari India dan Tiongkok harus kita tangkap sebagai potensi besar. Kita perlu menyiapkan strategi dan layanan yang mendukung agar mereka semakin tertarik datang ke Yogyakarta,” katanya.

Menurut Wawan, langkah strategis bersama para stakeholder meliputi peluang pembukaan rute penerbangan baru, peningkatan aksesibilitas destinasi, dan penguatan ekosistem pariwisata. “Melalui kerja sama antara pemerintah, asosiasi pariwisata, maskapai, dan pelaku industri menjadi satu kolaborasi pentahelix untuk mewujudkan pariwisata yang terpadu dan berkelanjutan,” imbuhnya.

General Manager YIA, Ruly Artha, menambahkan bahwa pengembangan rute penerbangan membutuhkan dukungan seluruh pihak, mulai dari pemerintah hingga pelaku industri.
“Pemerintah daerah perlu memperkuat branding Yogyakarta sebagai destinasi kelas dunia serta memastikan infrastruktur pendukung seperti last mile connectivity. Kemudian asosiasi dan pelaku industri pariwisata, diharapkan membangun sinergi B2B dengan hotel, agen perjalanan, dan maskapai untuk menciptakan paket wisata yang kompetitif,” ujarnya.

Ruly menyatakan YIA terus menjalin komunikasi proaktif dengan maskapai domestik maupun internasional untuk membuka lebih banyak konektivitas menuju Yogyakarta.(prg,wur)