Lantik 1.413 PPPK, Sekda DIY Ingatkan Penguatan Profesionalisme & Empan Papan

Yogyakarta, suarapasar.com – Skda DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti melantik sebanyak 1.413 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) berbagai jabatan fungsional di lingkungan Pemda DIY pada Rabu (26/11/2025).

Pelantikan ini dilaksanakan secara hybrid berpusat di Gedhong Pracimasana, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta yang diikuti oleh 187 PPPK Jabatan Fungsional. Sementara, peserta yang dilantik lainnya mengikuti melalui zoom meeting yang bertempat di 5 lokasi, yaitu Aula SMA Negeri 3 Yogyakarta, Aula SMK Negeri 1 Tempel, GOR SMK Negeri 1 Pandak, Aula Baldikmen Kulon Progo, dan Aula SMK Negeri 2 Wonosari.

Sekda DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti menyebut agenda ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat layanan publik, meningkatkan kualitas SDM, sekaligus menegakkan profesionalisme birokrasi.

Dijelaskan Made, dalam tata kelola pemerintahan saat ini, pelaksanaan tugas Jabatan Fungsional, terhubung erat dengan dampak pembangunan yang dihasilkan. Fokusnya mencakup pengentasan kemiskinan, peningkatan investasi, perluasan penggunaan produk dalam negeri, serta pengendalian inflasi.

“Pendekatan ini, menempatkan setiap kinerja ASN, bukan sekadar sebagai pelaksanaan rutinitas, tetapi sebagai kontribusi langsung, terhadap penyelesaian isu-isu strategis daerah,” katanya.

Selain itu, digitalisasi administrasi pemerintahan menjadi prioritas, untuk mewujudkan layanan publik yang lebih efisien, adaptif, dan terintegrasi. Agenda tematik ini, juga diarahkan pada peningkatan akses, mutu, dan kualitas layanan pendidikan serta kesehatan.

“Dengan demikian, Jabatan Fungsional tidak hanya menghasilkan angka penilaian kinerja, tetapi impact nyata yang terukur dan dirasakan masyarakat,” lanjut Ni Made.

Di hadapan para PPPK tenaga guru, kesehatan, dan teknis yang dilantik, Sekda juga menyampaikan bahwa para guru memegang peran krusial dalam menjaga predikat DIY sebagai kawasan pendidikan unggul.

“Para guru dituntut membangun ekosistem belajar yang adaptif dan inovatif agar peserta didik mampu menjawab tantangan masa depan. Demikian pula bagi tenaga kesehatan, sosial, kehutanan, infrastruktur, budaya, dan jabatan fungsional lainnya. Kehadiran semuanya menjadi bagian penting dalam memperkuat responsivitas, dan profesionalisme layanan publik, di berbagai sektor,” imbuhnya.

Ni Made menambahkan selain kompetensi, adab dan etika kerja yang benar juga sangat diperlukan. Dalam falsafah Jawa, dikenal prinsip empan papan, yaitu kemampuan menempatkan diri secara tepat dalam setiap situasi.

“Empan papan mengajarkan, bahwa ASN harus mampu menjaga tutur, menjaga sikap, memahami konteks, menghormati aturan, menghargai kolega, serta melayani masyarakat dengan kerendahan hati. Birokrasi yang baik, bukan hanya terlihat dari kecepatan layanan, tetapi juga dari ketepatan bersikap terhadap sesama ASN, dan kepada masyarakat,” urainya. (prg,wur/ wds)