Kulon Progo, suarapasar.com : Komisi C DPRD DIY mendorong BBWS Serayu Opak memperbaiki jalan inspeksi daerah irigasi Kalibawang tepatnya di barat simpang Cekelan Karangsari Pengasih Kulon Progo yang merupakan jalur jalan penghubung RSUD Wates – Kulur.
Anggota Komisi C DPRD DIY, dari Dapil Kulon Progo Lilik Syaiful Ahmad mengatakan Komisi C menerima surat aduan dari pemerintah kalurahan Karangsari Pengasih Kulon Progo terkait persoalan rusaknya jalan inspeksi yang kini menjadi akses utama warga. Kerusakan sudah terjadi sejak lama namun belum ada perbaikan.
Menindaklanjuti hal itu, ia bersama pimpinan dan anggota komisi C lainnya meninjau langsung titik lokasi kerusakan jalan inspeksi yang dilaporkan warga.
“Kami menerima surat dari pemkal Karangsari terkait rusaknya jalan inspeksi yang ini tidak hanya jalan inspeksi saluran irigasi tetapi sudah menjadi jalur akses utama warga sejak dulu, ditambah lagi ada penutupan perlintasan sebidang kereta api di sejumlah titik makan jalan ini menjadi jalan satu-satunya namun kondisinya memprihatinkan. Maka kami cek langsung kesini sekaligus bersama BBWS, dan DPU P ESDM DIY,” urai Lilik disela-sela pantauan kerusakan jalan inspeksi penghubung RSUD Wates – Kulur , di Karangsari Pengasih Selasa (5/8/2025).
Berdasar pemantauan langsung dan diskusi bersama BBWS, kerusakan jalan akan diperbaiki pasca pengerjaan perbaikan saluran irigasi Kalibawang yang kini tengah berjalan.
“Alhamdulillah tadi Bu Kuji BBWS menyampaikan tahun ini ada anggaran Rp 20 Milyar untuk saluran irigasi Kalibawang. Dan nanti akan ada slot perbaikan untuk di kawasan Karangsari ini, karena jalannya merupakan akses utama sangat dibutuhkan warga. Namun memang kemungkinan tidak keseluruhan bisa diperbaiki tahun ini, sisanya nanti dikerjakan tahun depan,” kata Lilik.
Kepala Satuan Non Vertikal Tertentu (SNVT) Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air (PJPA) BBWS Serayu Opak, Kuji Murtiningrum menjelaskan pada tahun ini sudah ada program untuk rehabilitasi di daerah irigasi Kalibawang dengan anggaran sekitar Rp 20 Milyar. Pihaknya akan mengoptimalkan perbaikan di sejumlah titik saluran irigasi Kalibawang tersebut dan memprioritaskan perbaikan di titik Karangsari ini.
“Karena memang luas wilayah untuk penanganan ini tersebar. Nah, tapi untuk sesuai dengan aspirasi dari surat usulan dari kalurahan, kami akan sisihkan dan kami optimasi saluran-saluran yang lain supaya kami bisa kerjakan saluran saluran di daerah ini dan juga jalan inspeksinya,” kata Kuji.
Diakui Kuji, fokus utama sebenarnya di dalam saluran irigasi supaya jangan terjadi ada putus pengaliran yang mengganggu para petani jika nanti masuk musim tanam. Namun pihaknya akan mengupayakan juga dilakukan perbaikan jalan inspeksi.
“Kami sudah berusaha upayakan. Kami sisihkan untuk daerah di tempat lain untuk bisa dikerjakan di sini. Mungkin kalaupun tidak 2 km persis, tapi setidaknya garis besar utamanya sudah kami kerjakan. Yang paling parah ya. Untuk jalan inspeksi pengerjaannya tentu sekarang karena masih sebagian pematian air, kami masih kerja dalam saluran. Ketika nanti air mengalir, kami kerja yang di atas saluran gitu,” pungkasnya. (wds/drw)








