Mantrijeron, suarapasar.com – Mahasiswa dinilai memiliki kontribusi besar dalam mendorong pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan pendampingan, penyebaran informasi, hingga pengembangan potensi wilayah. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, saat menjadi narasumber dalam Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) DIY pada Minggu (27/7/2025) di Gedung PWNU DIY.
“Mahasiswa berperan sebagai agen perubahan, fasilitator, dan pengontrol sosial, itulah kenapa berorganisasi, membentuk kelompok yang punya visi misi untuk mengambil peran membuat perubahan dan berdampak pada kehidupan masyarakat jadi sesuatu yang sangat penting,” terangnya.
Wawan mencontohkan program One Village One Sister University yang menghubungkan perguruan tinggi dengan kampung tematik di Kota Yogyakarta. Lewat program ini, mahasiswa terlibat langsung dalam pengelolaan sampah, pelestarian lingkungan, serta penguatan potensi ekonomi dan budaya lokal.
Ia juga menyoroti pentingnya mahasiswa dalam pengumpulan data yang menjadi landasan penyusunan kebijakan pemberdayaan, termasuk program bedah rumah tanpa dana APBD yang mengandalkan gotong royong warga.
Sementara itu Sekretaris BEM PTNU Arip Muztabasani mengatakan, pihaknya tengah menjalin kerja sama dengan salah satu perusahaan yang berfokus pada penanggulangan sampah dan kemandirian ekonomi, melalui inovasi teknologi pengelolaan sampah organik yang menghasilkan pupuk cair.
“Teman-teman mahasiswa PTNU DIY nanti akan melakukan observasi lebih lanjut khususnya di Kota Yogyakarta, karena ada potensi pilot project ini dikolaborasikan, menjadi pemasok bahan baku pupuk berupa sampah organik baik yang dari hulu maupun hilir,” katanya.(prg,wur)








