Yogyakarta, suarapasar.com – Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, menegaskan bahwa kehadiran Serikat Pekerja sangat penting sebagai ujung tombak dalam memperjuangkan hak tenaga kerja, termasuk meningkatkan kapasitas dan kualitas pekerja.
Pernyataan ini disampaikan Wawan dalam kegiatan Verifikasi Serikat Pekerja yang digelar Rabu (9/7/2025) di The Alana Malioboro. Ia menekankan, masukan dan kritik dari Serikat Pekerja harus disampaikan secara produktif dan membangun.
“Masukan ataupun tuntutan itu memang sewajarnya ada, kami terbuka untuk komunikasi dengan Serikat Pekerja, tapi yang produktif. Sehingga kita bisa bersama-sama fokus pada peningkatan kualitas pekerja, menjawab tantangan dan perubahan zaman,” ujarnya.
Ia juga mendorong agar Serikat Pekerja membuat langkah-langkah inovatif dalam penguatan kapasitas. Menurutnya, dunia kerja terutama sektor jasa seperti perhotelan dan restoran perlu cepat menyesuaikan diri dengan perubahan global.
“Di Kota Yogya banyak usaha di bidang jasa pariwisata, ada hotel kemudian restoran dan lainnya harus tanggap atas perubahan dan tantangan yang terjadi. Sehingga kekuatan yang dimiliki pekerjanya harus ditingkatkan, dari hospitality, local wisdom, pemanfaatan teknologi digital, agar daya tariknya meningkat,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Yogyakarta, Maryustion Tonang, menyebut saat ini terdapat 165 Serikat Pekerja atau Buruh di Kota Yogyakarta.
“Minimal 10 orang bisa membentuk serikat pekerja atau pengurus unit kerja (PUK), sebagai media untuk bisa merundingkan ketika ada suatu hal yang diperjuangkan maupun dibutuhkan pekerja kepada pemberi kerja,” jelasnya.
Ia juga menegaskan pentingnya proses verifikasi dan pendaftaran Serikat Pekerja ke Dinsosnakertrans agar mereka mendapatkan legalitas dan dapat terlibat dalam forum ketenagakerjaan resmi, seperti Dewan Pengupahan dan Lembaga Kerja Sama Tripartit.
“Termasuk kaitannya dengan mediasi oleh pemerintah kepada pemberi kerja dan pekerja kalau terjadi disharmonisasi. Sehingga tujuan kita bersama adalah untuk menciptakam iklim ketenagakerjaan yang harmonis, dinamis, berkeadilan dan berkesinambungan,” tandasnya.
Haris Sera, Ketua Serikat Pekerja Manna Kampus Yogyakarta, yang sudah berdiri selama 30 tahun dan memiliki sekitar 500 anggota, juga menyampaikan harapannya.
“Dari kami tentu harapannya UMP jadi lebih baik, apa yang jadi kebutuhan pekerja bisa tercukupi seiring kenaikan harga kebutuhan. Begitu juga soal capacity building kami sangat setuju, bagaimana memberikan pelatihan sesuai kebutuhan pekerja supaya kesejahteraan meningkat dan memberi nilai positif untuk perusahaan,” katanya.(wds,prg/wur)








