Kulon Progo, suarapasar.com : Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan melepas kontingen Perkemahan Pramuka Berkebutuhan Khusus (PPBK) Tingkat Nasional Tahun 2025 yang akan berlangsung di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Pramuka Cibubur, Jakarta Timur, pada 13–19 Agustus 2025.
Kontingen Kulon Progo tergabung dalam kontingen besar DIY dengan total 64 orang, di mana Kulon Progo menjadi penyumbang peserta terbanyak yakni 22 orang terdiri dari 4 Pramuka Penggalang Berkebutuhan Khusus, 6 Penegak Berkebutuhan Khusus, 2 Penegak Umum, dan 10 pendamping.

Mereka berasal dari berbagai gugus depan SLB, seperti SLBN 1 Kulon Progo, SLB Bhakti Wiyata, SLB PGRI Sentolo, SLB Kasih Ibu, SLB PGRI Nanggulan, serta dukungan dari SMKN 2 Pengasih dan SMAN 1 Sentolo.
Bupati Kulon Progo Agung Setyawan berharap kegiatan ini dapat menjadi sarana menggali potensi anak-anak secara maksimal.
“Anak-anak ini didorong untuk mengalami pengalaman hidup yang berbeda, yang kelak menjadi bekal berharga dalam menghadapi tantangan kehidupan,” kata Agung saat pamitan dan pelepasan kontingen di Ruang Rapat Menoreh, Kompleks Pemkab Kulon Progo, Rabu (6/8/2025).
Agung juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam mendukung proses ini.
“Besar harapan saya, orang tua turut mendukung sepenuhnya,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kulon Progo, Arif Prastowo menyebutkan PPBK merupakan kegiatan rekreatif-edukatif yang bertujuan membina karakter dan potensi diri Pramuka Berkebutuhan Khusus (PBK) dalam aspek spiritual, emosional, sosial, intelektual, dan fisik. PPBK tahun ini mengusung tema “Taklukkan Tantangan, Raihlah Mimpi, dan Berprestasi”.
Kegiatan yang akan diikuti mencakup aktivitas kepramukaan seperti halang rintang, teknik kepramukaan, seni tari wisata, olahraga, kegiatan keagamaan, dan kegiatan sosial.
“Semua aktivitas akan disesuaikan dengan kemampuan peserta berkebutuhan khusus, namun tetap menekankan nilai-nilai Dasa Dharma Pramuka sebagai landasan pembentukan karakter,” tandas Arif.
Persiapan sudah dilakukan sejak Juni di bawah koordinasi Kwartir Daerah DIY.
“Karena anak-anak PBK membutuhkan adaptasi lebih panjang, kami memastikan semua kebutuhan teknis dan non-teknis telah dipersiapkan, tanpa melupakan ruh kepramukaan, yakni karakter yang dibentuk melalui Dasa Dharma,” pungkasnya. (wds/drw)







