Perayaan Natal 2025 DIY Tekankan Kebersamaan dalam Keberagaman

Yogyakarta (08/12/2025), suarapasar.com – Panitia Perayaan Natal 2025 DIY bertemu Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan, untuk melaporkan rangkaian kegiatan perayaan. Panitia yang terdiri dari unsur ASN, TNI, POLRI, BUMN, dan BUMD menegaskan bahwa tema besar tahun ini adalah perayaan yang mengedepankan keberagaman.

“Merayakan Natal itu maknanya sangat universal. Dan karena perayaan ini melibatkan beragam elemen, maka kami ingin menunjukkan bahwa dalam keberagaman, perayaan Natal juga bisa tetap dilakukan. Beragam perbedaan dapat menyatu dalam satu perayaan bersama,” ungkap Ketua Panitia Natal 2025 DIY, Marsda Donald Kasenda.

Pria yang juga menjabat sebagai Gubernur Akademi Angkatan Udara tersebut menjelaskan bahwa panitia merupakan hasil penunjukan berdasarkan SK Gubernur DIY Nomor 12 Tahun 2025. Selain puncak perayaan yang dijadwalkan pada 9 Januari 2025 mendatang, terdapat dua kegiatan utama yang telah dan akan dilaksanakan.

“Pertama, sarasehan perayaan Natal 2025 yang telah kami lakukan di AAU pada 5 Desember 2025 lalu. Dalam sarasehan ini kami mengangkat tema tentang kesehatan mental yang dikaitkan dengan spiritualitas. Acara ini juga telah sukses kami laksanakan dengan dihadiri oleh berbagai kalangan masyarakat, mahasiswa, dan para taruna kami,” ungkapnya.

Kegiatan lainnya adalah bakti sosial yang akan menyalurkan bantuan ke empat lokasi, yaitu panti asuhan, panti wreda, panti rehabilitasi, dan sekolah. Bantuan akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing lembaga.

“Setelahnya, puncak perayaan akan kami laksanakan di Bangsal Kepatihan pada malam hari. Rencananya, pada tanggal 9 Januari 2026 nanti, perayaan akan kami dahului dengan kegiatan ibadah. Setelah itu dilanjutkan dengan puncak perayaan Natal 2025 yang akan dihadiri pula oleh Gubernur DIY. Kami juga akan mengundang sekitar 1.000 orang dari berbagai kalangan,” paparnya.

Donald menambahkan harapannya agar seluruh rangkaian acara berjalan lancar dan umat kristiani di DIY dapat hidup rukun, damai, serta harmonis dalam masyarakat yang beragam.(prg,wur)