Umbulharjo, suarapasar.com – Pemerintah Kota Yogyakarta memperluas program imunisasi human papillomavirus (HPV) bagi anak perempuan hingga di luar lingkungan sekolah, setelah cakupan sasaran di sekolah mencapai 95 persen. Imunisasi ini diberikan gratis untuk mencegah kanker leher rahim dan menyasar anak perempuan kelas 5 atau usia setara, termasuk yang mengikuti homeschooling, tinggal di panti sosial, panti asuhan, maupun anak difabel yang tidak bersekolah.
“Sasaran HPV di luar sekolah baru tahun ini di DIY karena cakupan sasaran HPV di sekolah sudah bagus sehingga kebijakan dari pemerintah pusat, diperluas pada anak-anak (perempuan) di luar sekolah. Artinya anak-anak yang tidak bersekolah tetap mendapat perlindungan yang sama,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit serta Pengelolaan Data dan Sistem Informasi Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Lana Unawanah, Rabu (6/7/2025).
Lana menyampaikan imunisasi HPV di sekolah masuk dalam program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) yang dimulai pada bulan Agustus. Sedangkan imunisasi HPV bagi anak-anak perempuan di luar sekolah juga dilaksanakan mulai Agustus dengan jadwal kesepakatan dari masyarakat di wilayah.
“Pelaksanaan imunisasi HPV untuk anak-anak di luar sekolah tetap dilakukan oleh petugas puskesmas sesuai dengan kesepakatan wilayah masing-masing. Bisa dilakukan di puskesmas, balai RW, atau kelurahan. Ada yang sudah mulai jalan. Tergantung dari puskesmas dan jadwal di wilayah,” paparnya seperti dikutip dari laman Pemerintah Kota Yogyakarta.
Dinkes Kota Yogyakarta mencatat target imunisasi HPV tahun 2025 mencakup 4.199 anak di sekolah dan sekitar 350 anak di luar sekolah. Data sasaran di luar sekolah diperoleh melalui koordinasi dengan organisasi masyarakat dan lembaga seperti PKK, sedangkan data sekolah dari Disdikpora. Lana memastikan anak perempuan yang bersekolah di Kota Yogyakarta tetap menerima imunisasi, meski bukan penduduk setempat.
Dia menjelaskan pada tahun sebelumnya imunisasi HPV diberkan sebanyak 2 dosis untuk kelas 5 dan 6. Pada tahun 2025 imunisasi HPV diberikan 1 dosis tapi memiliki tingkat perlindungan yang sama efektifnya. Pihaknya menegaskan imunisasi HPV sangat penting karena kanker leher rahim merupakan kanker kedua terbanyak yang menyerang perempuan setelah kanker payudara.
“Imunisasi HPV ini merupakan salah satu upaya mencegah kanker leher rahim. Kami harap masyarakat memanfaatkan program imunisasi HPV gratis yang disediakan pemerintah untuk anak perempuan. Kami berharap orang tua tidak ragu atau takut karena vaksin ini aman dan merupakan hak anak mendapat imunisasi yang dijamin Undang-Undang terkait anak,” pesan Lana.(prg,wur)








