Umbulharjo, suarapasar.com – Nanik Sulastri, kader Posyandu Kapulaga 4 Kelurahan Purbayan, menjadi wakil Kota Yogyakarta dalam penilaian kader posyandu berprestasi tingkat DIY tahun 2025. Pemerintah Kota Yogyakarta memberikan dukungan penuh dan apresiasi terhadap inovasi Kolaborasi untuk Kesehatan di Masjid dan Posyandu (Kolak Madu) yang digagas Nanik. Diharapkan keikutsertaannya mampu memberikan hasil terbaik sekaligus menjadi inspirasi bagi kader posyandu lainnya.
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, menyebut Nanik telah mengabdi sebagai kader kesehatan selama lebih dari lima tahun dengan berbagai prestasi dan inovasi. Ia menilai, Kolak Madu berhasil meningkatkan keterlibatan masyarakat dan cakupan pelayanan posyandu.
“Inovasi Kolaborasi untuk Kesehatan di Masjid dan Posyandu yang dikembangkan Ibu Nanik telah berhasil menarik minat masyarakat dan meningkatkan cakupan pelayanan posyandu,” kata Wawan saat verifikasi dan penilaian kader posyandu berprestasi tingkat DIY, Kamis (14/8/2025).
Wawan mengucapkan terima kasih kepada dewan juri dan berharap Nanik dapat meraih peringkat pertama. Menurutnya, prestasi tersebut diharapkan menjadi teladan dan penyemangat bagi kader di seluruh DIY.
Ketua TP PKK Kota Yogyakarta sekaligus Tim Pembina Posyandu Kota Yogyakarta, Dwi Kisworo Setyowireni, menegaskan bahwa kader kesehatan adalah ujung tombak pelayanan di wilayah. Ia memuji dedikasi Nanik yang mampu menggerakkan masyarakat meski menghadapi keterbatasan.
Sementara itu, Nanik menjelaskan bahwa Kolak Madu lahir dari rendahnya partisipasi anak-anak, remaja, usia produktif, dan lansia di posyandu. Melalui kolaborasi dengan takmir masjid, kegiatan posyandu dipindahkan ke masjid, memanfaatkan momen pengajian untuk melakukan pemeriksaan kesehatan.
“Di wilayah kami sepekan sekali ada pengajian anak-anak dan remaja di masjid. Kami datangi dan lakukan dengan pemeriksaan kesehatan sederhana setelah kegiatan pengajian remaja dan anak-anak di masjid untuk menjangkau sasaran yang tidak dapat datang ke Posyandu. Kita juga ajari remaja menimbang dan tensi digital untuk memeriksa teman-temannya,” jelas Nanik yang sudah memiliki predikat kader utama.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan DIY, Endang Pamungkasiwi, menjelaskan bahwa pemenang tingkat DIY berpotensi mewakili daerah ke tingkat nasional jika lomba kembali digelar. Ia menekankan pentingnya apresiasi terhadap peran kader posyandu yang dinilai dari 25 kecakapan serta kategori posyandunya.
“Posyandu tetap jadi garda depan dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Kader posyandu punya peran yang luar biasa yang perlu kita apresiasi. Dalam penilaian ini kami mencermati dari sisi administrasi seperti surat keputusan. Kader posyandu akan dilihat berdasarkan 25 kecakapannya maupun kategori posyandunya,” pungkas Endang.(prg,wur)








