Bazar UMKM Bakol Kampoeng Ledok Tukangan, Ajang Promosi Produk Lokal dan Dorong Daya Saing

Danurejan, suarapasar.com – Warga RW 02 dan RW 03 Kampung Ledok Tukangan, Kelurahan Tegalpanggung, menggelar bazar UMKM bertajuk Bakol Kampoeng pada 22–24 Agustus 2025. Pemerintah Kota Yogyakarta menyampaikan apresiasi sekaligus dukungan penuh terhadap kegiatan ini yang dinilai mampu menjadi wadah promosi potensi sekaligus pendorong pertumbuhan UMKM masyarakat Ledok Macanan.

Bazar yang dilaksanakan di sepanjang gang Ledok Tukangan ini diikuti puluhan pelaku UMKM. Produk yang ditampilkan pun beragam, mulai dari kuliner, fesyen, kerajinan, hingga aneka hasil kreativitas warga.

Kepala Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM Kota Yogyakarta, Tri Karyadi Riyanto Raharjo, mengatakan kegiatan bazar yang rutin digelar masyarakat Ledok Tukangan patut diapresiasi. “Apresiasi buat warga Ledok Tukangan yang secara continue melaksanakan bazar ini dari tahun ke tahun,” kata Tri Karyadi saat membuka Bakol Kampoeng, Jumat (22/8/2025) sore.

Menurutnya, karena bazar UMKM ini sudah menjadi agenda tahunan, ke depan harus ada peningkatan, khususnya dari sisi kualitas produk agar memiliki daya saing lebih tinggi. Dengan letaknya yang berdekatan dengan Malioboro, kawasan ini dinilai berpotensi menjadi penopang kunjungan wisatawan.

“Sehingga Pemkot Yogyakarta selaku pendampingi harus ‘nyangoni’ (membekali). Salah satu contohnya adalah sertifikasi halal,” ujarnya.

Pihaknya menambahkan, sertifikasi halal menjadi keharusan bagi produk makanan mulai 28 November 2024 sesuai kebijakan pemerintah pusat. Label halal tidak hanya terkait bahan dan proses, tetapi juga menyangkut kepercayaan konsumen. “Sehingga saya nanti tantang ini jadi bazar kampung produk halal sehingga dilabeli halal di yang akan datang. Ini sebagai wujud kualitas produk UMKM,” tambah Tri Karyadi.

Sementara itu, Ketua Panitia Bakol Kampoeng dari RW 3, Adriono Ananta Putra, didampingi Ketua Panitia dari RW 2, Raka Madani Sapto, menjelaskan kegiatan ini merupakan kolaborasi untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan RI. Tercatat ada 39 stan UMKM dari RW 3 dan 15 stan dari RW 2 yang ikut serta, dengan produk unggulan berupa kuliner khas.

“Bakol Kampoeng ini tujuannya untuk memajukan UMKM di Kampung Ledok Tukangan di RW dua dan tiga. Karena banyak UMKM yang belum berani bersaing di luar kampung. Bazar juga untuk mengenalkan produk UMKM Ledok Tukangan. Tahun ini yang beda, kita kolaborasi dengan RW dua,” terang Adriono.

Antusiasme warga terlihat dari ramainya pengunjung yang datang ke lokasi bazar. Salah satu peserta, Agus Gunanto, mengaku senang bisa ikut berjualan untuk pertama kalinya. Ia menjajakan jajanan tradisional lempeng juruh. “Senang bisa berjualan. Saya pilih jualan lempeng juruh karena ini jajanan legendaris. Zaman kecil saya sudah ada,” ucap Agus.(prg,wur)