Yogyakarta, suarapasar.com — Pemeriksaan keselamatan kendaraan (ramp check) terhadap armada bus program Mudik Balik Bareng Honda digelar di Gedung Wana Graha Bhakti Yasa, Umbulharjo, Sabtu (28/3/2026). Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya memastikan kelancaran dan keselamatan perjalanan masyarakat selama arus mudik dan balik Lebaran 2026.
Pemeriksaan difokuskan pada aspek teknis dan administratif kendaraan, mulai dari kelengkapan dokumen seperti STNK, KIR, dan SIM pengemudi, hingga verifikasi pelunasan Iuran Wajib Jasa Raharja. Selain itu, kondisi teknis seperti sistem pengereman, kemudi, suspensi, serta komponen pendukung lainnya juga diperiksa secara menyeluruh.
Hasilnya, seluruh armada bus dinyatakan dalam kondisi laik jalan dengan sistem kendaraan yang berfungsi baik, termasuk kondisi ban, lampu, wiper, klakson, dan spion. Perlengkapan keselamatan seperti sabuk pengaman, palu pemecah kaca, dan APAR juga tersedia dan siap digunakan.
Kegiatan ini melibatkan sinergi lintas instansi, antara lain Ditlantas Polda DIY, BPTD Kelas II DIY, serta PT Jasa Raharja, sebagai bentuk komitmen bersama dalam memastikan keselamatan transportasi darat selama periode Lebaran.
Melalui pelaksanaan ramp check ini, diharapkan seluruh armada angkutan mudik dapat beroperasi secara aman, tertib, dan optimal sehingga mendukung kelancaran mobilitas masyarakat.
Kasubag Iuran Wajib PT Jasa Raharja DIY, Chikhita Kharisma Poetri, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah preventif penting untuk memastikan kesiapan kendaraan sebelum digunakan dalam angkutan mudik bersama.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antarinstansi dalam meningkatkan kepatuhan operator terhadap standar keselamatan.
“Melalui kegiatan pemeriksaan terpadu seperti ini diharapkan seluruh operator angkutan semakin meningkatkan kepatuhan terhadap standar keselamatan kendaraan serta memastikan kelengkapan dokumen dan perlengkapan keselamatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya menekan risiko kecelakaan lalu lintas serta meningkatkan kesadaran keselamatan bagi seluruh pemangku kepentingan transportasi di wilayah DIY.(ags,prg)








