Bupati Kulon Progo Sambangi Umat Hindu Nanggulan, Wujudkan Toleransi Jelang Nyepi 2026

Kulon Progo, suarapasar.com – Menjelang peringatan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 yang jatuh pada 19 Maret mendatang, Bupati Kulon Progo R. Agung Setyawan bersama jajaran melakukan monitoring sekaligus silaturahmi ke kediaman salah satu umat Hindu, I Ketut Rudyarta, di Ngrojo, Kembang, Kapanewon Nanggulan, Jumat (13/3/2026).

Kunjungan ini menjadi momentum dialog langsung antara pemerintah daerah dan umat Hindu di wilayah tersebut. Dalam kegiatan tersebut, Bupati didampingi unsur Forkopimda, perwakilan Kanwil Kementerian Agama DIY, Kantor Kemenag Kulon Progo, serta tokoh lembaga Hindu.

Pembimbing Masyarakat (Binmas) Hindu Kanwil Kemenag DIY, Didik Widya Putra, mengaku terharu atas perhatian yang diberikan pemerintah daerah kepada umat Hindu di Kulon Progo yang jumlahnya relatif kecil.

Kok nggene Pak Bupati rawuh ning omahe umat Hindu sing patlikur wong? (Kok ya Pak Bupati datang ke rumah umat Hindu yang cuma 24 orang?) Ini luar biasa, kulo nggih kaget, yo rahayu rada mbrebes”, ungkap Didik.

Selain menyampaikan rasa terima kasih, perwakilan Binmas Hindu juga menyampaikan aspirasi terkait kebutuhan tempat ibadah yang lebih representatif dan mudah diakses. Saat ini umat Hindu di Kulon Progo memiliki satu tempat ibadah berupa Sanggar Pamuja yang berada di kawasan lereng Samigaluh dengan akses yang cukup sulit.

“Kami juga memohon ada impian umat Hindu agar umat Hindu yang di Kulon Progo juga tidak sembahyangnya tidak jauh-jauh ke Jagatnatha”, harap Didik.

Bupati Kulon Progo R. Agung Setyawan menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen merangkul seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang jumlah maupun latar belakang agama.

“Meskipun jumlahnya kecil, Bapak/Ibu sekalian adalah bagian tidak terpisahkan dari keluarga besar masyarakat Kulon Progo. Kehadiran saya di sini adalah bentuk komitmen pemerintah daerah untuk hadir bagi seluruh masyarakat,” ujar Agung.

Menanggapi aspirasi terkait kebutuhan rumah ibadah yang lebih aksesibel, Bupati menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan berupaya memfasilitasi dan mencari solusi terbaik sesuai dengan regulasi yang berlaku.

“Pemerintah akan terus berupaya memfasilitasi dan mencari solusi terbaik, agar hak untuk beribadah dengan tenang dan nyaman dapat terpenuhi sesuai dengan regulasi yang ada”, imbuhnya.

Sementara itu, tuan rumah I Ketut Rudyarta menyampaikan apresiasi atas kunjungan pemerintah daerah yang menurutnya sangat bermakna bagi umat Hindu di Kulon Progo.

“Ini momen yang sangat bagus bagi keluarga dan umat Hindu di Kulon Progo. Harapan saya, kerukunan umat beragama di Kulon Progo yang sudah bagus ini semakin terjalin erat. Kita semua saudara satu kabupaten,” ungkap Ketut Rudyarta.

Melalui kegiatan monitoring ini diharapkan perayaan Hari Raya Nyepi 2026 di Kulon Progo dapat berlangsung dengan khidmat sekaligus memperkuat semangat toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Bumi Binangun.(prg,wur)