SD Negeri Kokap Rusak Parah Akibat Longsor, Pemkab Kulon Progo Ajukan Revitalisasi ke Kemendikdasmen

Kulon Progo, suarapasar.com – Pemerintah Kabupaten Kulon Progo bergerak cepat menindaklanjuti kerusakan berat yang dialami SD Negeri Kokap di Pedukuhan Tejogan, Hargorejo, Kapanewon Kokap, pasca kejadian tanah longsor pada Senin (19/1/2026) pagi. Pemkab Kulon Progo telah mengajukan permohonan revitalisasi sekolah tersebut kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kulon Progo, Nur Wahyudi, menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi lintas sektoral, termasuk dengan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPR), untuk mendata serta menginventarisasi tingkat kerusakan bangunan sekolah. “Kami sudah sampaikan surat permohonan untuk rehab maupun perbaikan SD N Kokap ke Kementerian. Mengingat rekahan tanah kian meluas hingga merusak gedung eks-UPTD Kokap, kami juga mengirimkan usulan tambahan terkait kondisi darurat tersebut,” ujar Nur Wahyudi, Selasa (20/1/2026).

Ia menambahkan, tim teknis Kemendikdasmen telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi. Berdasarkan hasil koordinasi tersebut, SD Negeri Kokap diupayakan masuk dalam program revitalisasi nasional melalui skema penanganan kondisi bencana. “Harapan kami usulan ini segera terwujud. Mengingat kondisi di lapangan sangat membahayakan, revitalisasi melalui anggaran kementerian menjadi solusi utama agar sarana pendidikan ini bisa kembali berfungsi,” imbuhnya seperti dikutip dari laman Pemerintah Kabupaten Kulon Progo.

Sementara itu, Kepala SD Negeri Kokap, Surohim, menyampaikan bahwa sekolahnya telah diusulkan masuk program revitalisasi tahun anggaran 2026. “Alhamdulillah, hasil koordinasi terakhir hari ini, sekolah kami sudah masuk program revitalisasi tahun 2026. Kami juga sudah diundang oleh pihak Sekretariat Negara terkait tindak lanjut pembangunan ini,” ungkap Surohim.

Dukungan penanganan juga datang dari berbagai pihak, mulai dari BPBD DIY, BPBD Kulon Progo, hingga tim ahli Geologi UGM yang telah melakukan kajian kontur dan kondisi tanah guna memastikan keamanan bangunan ke depan. “Di hari Kamis itu BPBD Provinsi, Geologi UGM dan BPBD Kulon Progo, sudah ke sini mempelajari tekstur kontur dan tanahnya di sekitar ini,” terang Surohim.

Sembari menunggu realisasi bantuan, pihak sekolah mengambil langkah darurat demi keselamatan 79 siswa dan 11 tenaga pengajar. Per Senin kemarin, rekahan tanah sedalam satu meter telah menyebabkan pilar bangunan patah dan bangunan tidak lagi aman ditempati. Walhasil proses belajar mengajar dipindahkan ke eks-SD Kanisius, mulai hari ini.

“Untuk sementara, pembelajaran kami pindahkan ke gedung eks-SD Kanisius yang berlokasi di dekat gereja. Keputusan relokasi ini sudah disepakati bersama komite dan wali murid agar anak-anak tetap bisa belajar dengan tenang meski dalam kondisi darurat,” jelas Surohim.

Saat ini, pihak sekolah bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas terus mengawal proses pemindahan aset serta memberikan pendampingan psikologis bagi siswa agar tetap semangat belajar di lokasi sementara.

Sebagai informasi, SD N Kokap rusak karena terdampak tanah longsor yang terjadi pada Senin (19/1/2026) pagi. Sebelumnya sudah ada rekahan tanah yang muncul di halaman SD tersebut sejak awal Januari 2026, tapi tingginya intensitas hujan menyebabkan rekahan semakin lebar hingga memicu longsor.(prg,wur)