Warga Desak Pembangunan Jalan Inspeksi Irigasi Papah, DPRD DIY dan BBWS Turun Tangan

Kulonprogo, suarapasar.com – Jalan inspeksi saluran irigasi Papah di Sukoreno, Sentolo, Kulonprogo menjadi akses vital bagi warga. Jalur ini tidak hanya digunakan masyarakat Sukoreno, tetapi juga warga Kalurahan Srikayangan, Tuksono, hingga Ngentakrejo. Saat ini kondisi jalan masih berupa tanah berbatu, sementara pengaspalan terakhir pada 2019 hanya mencakup sepanjang 1 km.

Warga, khususnya di tiga padukuhan Blimbing, Banggan, dan Semen, berharap jalan inspeksi segera dibangun karena jalur ini juga menjadi pintasan menuju Pondok Pesantren Nurul Harommain, area persawahan, serta akses ekonomi menuju Pasar Nyonyol dan Pasar Sentolo.

“Kita usulkan untuk dibangun karena jalan itu merupakan jalan alternatif, jalan pintas menuju Pondok Pesantren Nurul Harommain, juga jalan menuju areal persawahan untuk mendukung ketahanan pangan juga jalan ke sektor ekonomi menuju Pasar Nyonyol, di Tuksono dan juga Pasar Sentolo,” terang Olan saat menerima kunjungan kerja Komisi C DPRD DIY di Sukoreno Sentolo Kulonprogo Senin (8/9/2025) sore.

Selain menunjang aktivitas pendidikan menuju SMP Muhammadiyah Sentolo 2, SD Sukoreno, SD Worawari, dan SD Semen, jalan ini juga diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi warga. Olan menambahkan, kondisi saluran irigasi Papah juga perlu perhatian karena banyak titik mengalami kebocoran, padahal sangat penting untuk mengairi persawahan di Sukoreno, Srikayangan, Tuksono, hingga Ngentakrejo.

Pengawas Lapangan BBWS Serayu Opak, Setiawan Hendri, memastikan aspirasi warga akan ditindaklanjuti. Namun karena keterbatasan anggaran, pembangunan jalan inspeksi di Sukoreno baru bisa dilakukan sebagian pada 2026. Jalan inspeksi sepanjang 1,7 km dengan lebar 3 meter itu akan dicor beton setebal 20 cm, menyesuaikan kemampuan anggaran.

Anggota Komisi C DPRD DIY dari Dapil Kulonprogo, Lilik Syaiful Ahmad, menyatakan pihaknya menindaklanjuti aduan masyarakat. “Kami apresiasi BBWS ya, akan dibangun jalannya meski belum semua baru sebagian karena waktu sudah mepet, anggaran terbatas. Semoga tahun depan bisa tuntas,” ujarnya.

Ketua Komisi C DPRD DIY, Nur Subiyantoro, menegaskan pembangunan jalan inspeksi akan mendukung ketahanan pangan, distribusi hasil pertanian, dan ekonomi warga. Ia juga mengapresiasi sinergi BBWS Serayu Opak yang selalu hadir mendengarkan masukan Komisi C meski bukan mitra langsung.

“Apalagi sekarang ini kita memang harus mensukseskan program strategis nasionalnya Pak Presiden yakni Inpres 2 tahun 2025 terkait dengan ketahanan pangan di DIY. Sehingga memang saluran-saluran irigasi yang memang menjadi kewenangannya BBWS, kita tidak punya kewenangan dan kita komunikasikan dan BBWS hadir dan alhamdulillah setiap kali hadir BWSO pasti ada solusinya,” pungkasnya.(prg,wur)