Jumlah 36 Murid per Rombel, Beban Berat Untuk SMK Swasta

Gunungkidul, suarapasar.com : Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah 1 Playen, Wardiyo menyoroti ketimpangan dalam pengaturan rombongan belajar (rombel) antara sekolah negeri dan swasta, khususnya pada jurusan teknik yang banyak membutuhkan praktik.

Hal itu disampaikan saat menerima kunjungan kerja Wakil Ketua DPRD DIY Imam Taufik ke SMK Muhammadiyah 1 Playen pada Selasa (1/7/2025).

“Kalau SMK disamakan dengan SMA yakni sejumlah 36 murid per rombel akan luar biasa bebannya, terutama saat praktik di teknologi. Pengawasan ke siswanya akan terbatas dan tidak optimal. Hal tersebut akan berpengaruh ke output karena kurangnya pengawasan, keselamatan kerja bahkan kerusakan alat,” terang Wardiyo.

Wardiyo menyebut, idealnya satu guru praktik hanya mengampu maksimal 16 siswa agar efektivitas dan keselamatan praktik tetap terjaga.
“Karena porsi pembelajaran di SMK sebanyak 70 persen adalah praktik. SMK Muhammadiyah 1 Playen bahkan menerapkan sistem blok mingguan antara teori dan praktik untuk efisiensi waktu dan hasil,” ungkapnya.

Selain itu, ia juga memaparkan tantangan dalam menjaring siswa baru, terutama karena kesenjangan antara jumlah lulusan SMP dan kapasitas daya tampung SMA/SMK di Gunungkidul. SMK Muhammadyah 1 Playen sendiri menargetkan penerimaan siswa baru sebanyak 396 orang, dengan proyeksi pendaftar hingga saat ini mencapai 320 orang. Pihak sekolah juga menerapkan sistem jemput bola ke berbagai wilayah, termasuk Saptosari, Girisubo dan Tepus agar daya tampung terpenuhi.

“Kami memberlakukan sistem jemput bola karena daya tampung SMK/SMA lebih besar daripada lulusan SMP yang berjumlah sekitar 8.000 siswa, sedangkan daya tampung SMK/SMA sekitar 13.000 siswa. Kalau kita tidak jemput bola berarti kita menyerah,” jelasnya.

Menanggapi aspirasi tersebut, Imam Taufik, Wakil Ketua DPRD DIY dari Fraksi PKS mengaku sangat mengapresiasi perjuangan para guru dan tenaga pendidik yang bekerja keras menjaring siswa baru, bahkan hingga ke rumah-rumah calon siswa.

“Dari kegiatan ini banyak yang kita dapatkan, terutama terkait perjuangan para guru dan juga karyawan yang luar biasa dalam rangka mendapatkan murid baru. Mereka berjibaku di lapangan, termasuk datang ke rumah-rumah untuk memastikan bahwa lulusan SMP yang ada di Gunungkidul bisa tertarik untuk masuk ke SMK Muhammadiyah 1 Playen. Ini saya kira sesuatu yang perlu kita apresiasi,” ungkapnya.

Ia juga menyatakan bahwa usulan ideal jumlah siswa praktik per rombel patut dipertimbangkan kembali untuk menjamin kualitas lulusan.

“Masukan dari teman-teman di SMK bahwa untuk rombel, terutama di kegiatan praktik ini saya kira perlu dikaji ulang ya. Karena idealnya praktik per rombel itu 1 guru mengampu 16 sampai 20 siswa. Artinya memang perlu dievaluasi rombelnya. Masukan kita agar rombel yang sekarang ini 36 bisa dikembalikan lagi menjadi 32, sehingga harapannya proses belajar mengajar itu bisa menghasilkan output yang berkualitas,” tegasnya. (wds/drw)