Program Reviu Perkuat Akuntabilitas dan Partisipasi Warga dalam Padat Karya dan Penurunan Stunting Bantul

Bantul, suarapasar.com – Akuntabilitas dan transparansi tata kelola pemerintahan telah menjadi agenda pemerintah sejak pertengahan 2000-an. Berbagai inisiatif dan inovasi terus dilakukan di semua tingkatan pemerintahan, mulai dari desa hingga pemerintah pusat. Namun demikian, upaya tersebut membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat agar pengawasan dan evaluasi berjalan lebih efektif. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui Program Reviu, yakni metode evaluasi program pemerintah yang menekankan partisipasi masyarakat secara langsung dan bermakna.

Program Reviu Padat Karya dan Tim Percepatan Penurunan Stunting dilaksanakan di Mandala Saba Madya, Gedung Induk Lantai III Kompleks Parasamya Bantul, Senin (22/12/2025). Kegiatan ini bertujuan melakukan monitoring dan evaluasi berbasis masyarakat, menghimpun penilaian serta masukan langsung dari warga terhadap pelaksanaan program Padat Karya dan Percepatan Penurunan Stunting, sekaligus menyosialisasikan Program Reviu kepada seluruh perangkat daerah.

Dalam pelaksanaannya, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana memaparkan program Percepatan Penurunan Stunting, sementara Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bantul memaparkan program Padat Karya. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi reviu oleh evaluator serta warga penilai.

Wakil Bupati Bantul, Aris Suharyanta, menyampaikan bahwa Program Reviu menjadi ruang refleksi bersama agar setiap kebijakan dan kegiatan pembangunan benar-benar berorientasi pada kesejahteraan masyarakat Bantul. Menurutnya, Program Reviu merupakan inovasi instrumen monitoring dan evaluasi yang memungkinkan pemerintah melihat capaian program secara objektif sekaligus mengidentifikasi tantangan yang dihadapi.

“Melalui kegiatan ini, kita dapat menilai apakah program yang dijalankan sudah efektif, efisien, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Aris seperti dikutip dari laman Pemerintah Kabupaten Bantul.

Sementara itu, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menekankan tiga hal penting dalam pelaksanaan program, yakni transparansi dan akuntabilitas, kolaborasi lintas sektor, serta perbaikan berkelanjutan. Ia berharap Program Reviu dapat menjadi budaya kerja yang melekat dalam setiap proses pembangunan di Bantul.

“Mari kita jadikan Program Reviu sebagai budaya kerja. Dengan semangat kebersamaan, gotong royong, dan nilai budaya Bantul, kita dapat mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan bermakna bagi seluruh warga,” pungkas Halim.(prg,wur)