Yogyakarta (29/04/2026), suarapasar.com – Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan bahwa penanggulangan kanker tidak bisa hanya bertumpu pada layanan kesehatan kuratif, tetapi harus menjadi gerakan bersama berbasis partisipasi masyarakat, penguatan literasi kesehatan, dan perubahan perilaku berkelanjutan.
Hal tersebut disampaikan Sri Sultan saat memberikan sambutan dalam Pengukuhan Pengurus Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Kabupaten dan Kota se-DIY di Gedhong Pracimasana, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Rabu (29/04).
Menurut Sri Sultan, kanker saat ini tidak hanya menjadi persoalan kesehatan, tetapi juga tantangan sistemik yang mencakup keterlambatan diagnosis, kesenjangan akses layanan, hingga rendahnya literasi kesehatan masyarakat.
“Berbagai kajian menunjukkan keterbatasan literasi kesehatan berkontribusi pada rendahnya partisipasi skrining, keterlambatan penanganan, hingga tingginya angka kematian akibat kanker, khususnya pada stadium lanjut. Karena itu, pendekatan penanggulangan kanker ke depan tidak dapat lagi hanya bertumpu pada layanan kuratif, tapi harus bertransformasi menjadi gerakan yang berbasis partisipasi masyarakat, penguatan literasi, serta perubahan perilaku yang berkelanjutan,” papar Sri Sultan.
Sri Sultan menuturkan bahwa masyarakat dengan literasi kesehatan yang baik cenderung lebih sadar melakukan deteksi dini dan memahami gejala kanker sejak awal. Sebaliknya, keterbatasan literasi justru memperbesar kesenjangan layanan, terutama bagi kelompok rentan dan wilayah dengan akses terbatas.
“Di tengah tantangan tersebut, peran organisasi masyarakat, seperti Yayasan Kanker Indonesia menjadi sangat strategis. Tidak hanya sebagai penggerak kesadaran publik, tetapi juga sebagai ruang empati, ruang dukungan, dan ruang harapan,” imbuh Sri Sultan.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran pengurus lama YKI Kabupaten dan Kota se-DIY atas dedikasi dalam mendukung upaya penanggulangan kanker. Kepada pengurus baru, Sri Sultan berharap amanah tersebut dijalankan sebagai panggilan kemanusiaan.
“Pada kesempatan ini, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada jajaran pengurus lama Yayasan Kanker Indonesia Kabupaten dan Kota se-DIY, atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan. Apa yang telah Saudara lakukan adalah bagian dari ikhtiar memuliakan kehidupan. Kepada para pengurus yang baru dikukuhkan, saya mengucapkan selamat mengemban amanah sekaligus panggilan kemanusiaan,” ungkap Sri Sultan.
Sementara itu, Ketua YKI DIY GKR Hemas mengatakan bahwa menjadi pengurus YKI merupakan bentuk pengabdian kemanusiaan yang membutuhkan komitmen dan kerja bersama. Ia menilai tantangan penanganan kanker masih sangat besar, terutama terkait keterlambatan pasien dalam mendapatkan penanganan.
“Masih banyak pasien yang datang dalam kondisi terlambat penanganan, dan tidak sedikit pula yang mengalami hambatan dalam menjalani, maupun melanjutkan pengobatan. Karenanya saya ingin menegaskan kepada para pengurus YKI kabupaten/kota yang baru, fokus kerja ke depan harus semakin terarah dan terukur,” imbuhnya.(prg,wur)








