Yogyakarta (28/04/2026), suarapasa.com – Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, mendorong Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) AAN Yogyakarta untuk memperkuat pengembangan kurikulum berbasis kebutuhan zaman serta pemanfaatan teknologi digital guna menciptakan institusi pendidikan yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing.
Pesan tersebut disampaikan Sri Paduka saat menerima silaturahmi Ketua STIA AAN Yogyakarta, Happy Susanto beserta jajaran pada Selasa (28/04), di Gedhong Pareanom, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta. Menjelang usia ke-47 pada Juni 2026 mendatang, STIA AAN dinilai perlu terus menyesuaikan diri dengan perkembangan era digital.
“Sekarang kan nilai-nilai administrasi sudah bergeser walaupun maruahnya tetap sama. Di era sekarang ini kan berkembang, tidak lagi analog tetapi sudah digital. Artinya, harus ada penyesuaian terkait dengan kurikulum. Menurut saya, STIA AAN Yogyakarta ini juga ikut menyesuaikan supaya bisa berdaya saing,” tutur Sri Paduka.
Menurut Sri Paduka, pengembangan kurikulum harus diawali dengan pemahaman terhadap perubahan zaman agar program pendidikan yang dihadirkan lebih relevan, menarik, dan sesuai kebutuhan masyarakat saat ini. Namun demikian, pendidikan karakter dan budaya tetap harus menjadi bagian penting dalam proses pendidikan.
Meski demikian, di tengah perkembangan zaman, Sri Paduka tetap menekankan, pendidikan karakter dan budaya seyogianya senantiasa dihadirkan. Sebab, Jogja tidak hanya membutuhkan orang pintar, tetapi juga beradab.
Sementara itu, Ketua STIA AAN Yogyakarta, Happy Susanto, mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini tengah melakukan berbagai langkah pembenahan dan pengembangan institusi. Ia menyebut tahun 2025-2026 menjadi momentum kebangkitan kampus dengan peningkatan jumlah mahasiswa tertinggi dalam satu dekade terakhir.
“Kami merasa sangat beruntung bisa mendapatkan beberapa pesan yang sangat berharga dari Sri Paduka. Mudah-mudahan ini menjadi bekal kami dalam rangka memajukan institusi,” kata Happy Susanto.
Happy menambahkan, salah satu fokus utama pengembangan kampus adalah pembaruan kurikulum agar lebih adaptif terhadap kebutuhan administrasi publik digital dan dunia industri.
“Terutama bagaimana administrasi publik digital ini bisa lebih bisa dipakai oleh industri maupun oleh instansi pemerintah. Kemudian kami akan membekali para mahasiswa itu dengan kompetensi menjadi administrator publik yang betul-betul handal secara digital, agar kami bisa punya nilai lebih,” papar Happy Susanto.
Selain penguatan kurikulum, STIA AAN Yogyakarta juga telah menjalin berbagai kerja sama dengan pemerintah daerah dan mitra internasional. Program tersebut meliputi pengembangan kampung tematik, desa binaan, pengembangan SDM ASN, hingga pengiriman mahasiswa magang ke Jepang.
“Kemudian dengan Kabupaten Sleman kami melakukan kerja sama namanya Sleman Pintar, kemudian dengan Kabupaten Bantul, pengembangan SDM dengan ASN dari Bantul yang kuliah di kampus kami. Lalu kami juga melakukan kerja sama untuk bisa mengirim, baik itu mahasiswa yang internship, magang, maupun pada gilirnya nanti adalah mahasiswa atau lulusan yang bisa bekerja di Jepang. Tahun 2026 ini adalah tahun pertama kami bisa mengirimkan 11 mahasiswa yang intership di Jepang. Mudah-mudahan nanti di tahun berikutnya, tahun depan, kami juga bisa mengirimkan lulusan kami bisa bekerja di Jepang,” imbuh Happy Susanto.(prg,wur)








