Yogyakarta, suarapasar.com — PT Jasa Raharja Kantor Wilayah D.I. Yogyakarta mengikuti kegiatan analisis dan evaluasi (anev) nasional terkait pengamanan Idul Fitri 1447 H melalui Zoom Meeting pada Selasa (24/03/2026). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolri dan dilaksanakan dari Pos Pengamanan Teteg Malioboro sebagai bagian dari monitoring kondisi terkini di wilayah DIY.
Kegiatan ini bertujuan memantau perkembangan situasi pengamanan di berbagai wilayah, khususnya di Pulau Jawa dan Bali yang menjadi pusat mobilitas masyarakat selama Lebaran. Hasil pemantauan nasional menunjukkan adanya penurunan angka kecelakaan lalu lintas, termasuk tingkat fatalitas korban meninggal dunia, yang mencerminkan meningkatnya efektivitas sinergi antarinstansi.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Bagian Operasional Kanwil D.I. Yogyakarta, Anggoro Sukartono selaku Kapolda D.I. Yogyakarta, Arie Prasetya Syafaat selaku Dirlantas Polda D.I. Yogyakarta, serta para pemangku kepentingan terkait lainnya. Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh jajaran yang terlibat dalam pengamanan dan pelayanan Idul Fitri tetap aktif dan waspada hingga berakhirnya periode arus balik pemudik, sehingga situasi keamanan, keselamatan, dan ketertiban masyarakat dapat terus terjaga secara optimal.
Kepala Bagian Operasional PT Jasa Raharja D.I. Yogyakarta, Harry Herawan menyampaikan bahwa pelaksanaan analisis dan evaluasi (anev) secara nasional ini menjadi momentum penting untuk memastikan seluruh jajaran tetap responsif terhadap dinamika yang terjadi selama periode pengamanan Idul Fitri 1447 H. Berdasarkan hasil pemantauan, tren penurunan angka kecelakaan lalu lintas merupakan indikator positif yang menunjukkan bahwa kolaborasi lintas sektor berjalan efektif. Namun demikian, kewaspadaan dan kesiapsiagaan tetap harus dijaga hingga seluruh rangkaian arus balik selesai.
Lebih lanjut, Harry Herawan menegaskan bahwa PT Jasa Raharja terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya dalam hal penjaminan korban kecelakaan lalu lintas. Optimalisasi pelayanan dilakukan melalui sinergi dengan kepolisian, rumah sakit, serta instansi terkait lainnya, guna memastikan korban mendapatkan penanganan yang cepat, tepat, dan humanis. Selain itu, kehadiran petugas di pos-pos pengamanan juga menjadi bagian dari upaya proaktif dalam memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat.(ags,prg)








