Kerja keras Puskesmas, kader Posyandu, pendamping keluarga, PKK, serta lurah dan jajarannya dalam menurunkan angka stunting di Kota Yogyakarta mendapat apresiasi dari Ketua Komisi A DPRD DIY Fraksi PDI Perjuangan, Eko Suwanto. Hal itu disampaikan Eko saat berdialog dengan masyarakat dalam Forum Reses I DPRD DIY Tahun 2026 di Suryatmajan, Danurejan, Sabtu (17/1/2026).
Menurut Eko, upaya kolaboratif tersebut membuahkan hasil signifikan. Angka stunting di Kota Yogyakarta tercatat turun dari 14,8 persen pada akhir 2024 menjadi 11,8 persen pada Januari 2025, dan kembali menurun hingga 8,6 persen pada Desember 2025. “Matur nuwun atas kerja keras Puskesmas, PKK, kader pendamping keluarga, kader Posyandu, serta lurah dan jajarannya. Semoga dukungan anggaran Rp120 juta per kelurahan pada 2026 semakin memperkuat upaya penanganan stunting,” ujar Eko.
Forum reses tersebut turut dihadiri Kepala Puskesmas Danurejan dr. Ida Novirawati, Lurah Suryatmajan, Anggota DPRD Kota Yogyakarta Agus Riyanto dan Paryanto, serta Ketua LPMK Danurejan. Eko menegaskan, keberhasilan penanganan stunting menjadi fondasi penting bagi kualitas generasi mendatang agar tumbuh sehat, produktif, dan berdaya saing.
Ia menambahkan, pada tahun 2026 alokasi anggaran penanganan stunting meningkat menjadi Rp120 juta per kelurahan dan difokuskan sepenuhnya untuk menyelesaikan persoalan stunting. “Ini bentuk komitmen PDI Perjuangan untuk memastikan kesehatan ibu hamil dan tumbuh kembang anak terjaga dengan baik,” katanya.
Usai kegiatan di Suryatmajan, Eko melanjutkan dialog dengan PKK dan Posyandu di Kelurahan Sorosutan, Umbulharjo, didampingi Anggota DPRD Kota Yogyakarta Susanto Dwi Antoro dan Ketua LPMK Wahyu. Dalam kesempatan itu, Ketua PKK RW 15 Sorosutan, Sri Wahyuni, menyampaikan harapan agar program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Dana Keistimewaan dapat berkelanjutan.
“Program ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Kami berharap bisa terus dilanjutkan, apalagi dengan kenaikan anggaran menjadi Rp120 juta per kelurahan. Terima kasih atas perjuangan Pak Eko,” ujar Sri Wahyuni.
Menutup rangkaian dialog reses, Eko Suwanto berharap penambahan anggaran tersebut dapat mempercepat sekaligus menuntaskan kasus stunting di Kota Yogyakarta.(prg,wur)








