Sri Sultan Pastikan Kota Yogyakarta Masih Bisa Setor Sampah ke TPA Piyungan

Yogyakarta, suarapasar.com – Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X memastikan Pemerintah Kota Yogyakarta tetap mendapat kelonggaran menyetor sampah ke TPA Piyungan. Kepastian ini disampaikan Sultan menanggapi penumpukan sampah di sejumlah depo, termasuk Depo Mandala Krida.

“Jangan sampai menumpuk lagi seperti kemarin di Mandala Krida, yang juga sempat banyak. Saya minta supaya langsung dimasukkan saja ya. Karena memang sulit kalau kota tidak punya lahan. Di kabupaten pada nggak mau, jadi ya susah,” terang Sultan, usai pencanangan Program Rukti Bumi di Kepatihan Yogyakarta, Rabu (17/9/2025).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY, Kusno Wibowo, menegaskan TPA Piyungan masih mampu menampung sampah hingga akhir 2025, meski dengan pembatasan volume. Saat ini, sekitar 90 ton sampah per hari dari Kota Yogyakarta masuk ke TPA, sementara produksi sampah harian kota mencapai 200 ton.

“Artinya, Kota sudah bisa mengurangi sekitar 100 ton, dibantu juga oleh pihak-pihak lain. Kapasitas TPA Piyungan sebenarnya hanya 2.400 ton hingga akhir 2025. Itu pun sudah kami alokasikan terutama untuk Kota, karena kondisinya yang paling mendesak. Sementara Sleman dan Bantul kami alokasikan secara terpisah,” kata Kusno.

Ia menambahkan, Pemda DIY menunggu terbitnya peraturan presiden baru mengenai titik prioritas pembangunan pengolah sampah menjadi listrik. Dalam rancangan perpres tersebut, Yogyakarta dan sekitarnya masuk daftar prioritas.

“Dalam rancangan perpres baru ini, salah satu titik prioritas pembangunan pengolah sampah menjadi energi listrik ada di Kota Yogyakarta dan sekitarnya. Harapannya, pada 2027 nanti masalah sampah di Kota Yogyakarta bisa selesai,” terang Kusno.

Jika Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) dapat beroperasi pada 2027, diharapkan menjadi solusi tuntas persoalan sampah di Yogyakarta. “Saat ini Kota Yogyakarta belum mandiri, tapi harapannya ke depan baik Kota maupun Kabupaten bisa mandiri dalam pengelolaan sampah. Paling tidak hingga 2027, menunggu PLTSa beroperasi. Kalau PLTSa terealisasi, insyaallah masalah sampah di Jogja bisa selesai,” kata Kusno.(prg,wur)