Kulon Progo, suarapasar.com — Pemerintah Kabupaten Kulon Progo menyelenggarakan Penghargaan Kalurahan Tahun 2025. Ajang yang mencakup 12 kategori ini digelar oleh DPMKal Dalduk KB di Aula Adikarta, Pemkab Kulon Progo, Rabu (26/11/2025).
Melalui kegiatan ini, Pemkab memberikan apresiasi kepada kalurahan dan lembaga desa yang dinilai berhasil menunjukkan kinerja unggul, baik dalam tata kelola, pelayanan publik, hingga pengelolaan keuangan. Penghargaan ini sekaligus menjadi dorongan bagi kalurahan untuk terus meningkatkan tata pemerintahan yang akuntabel dan responsif terhadap kebutuhan warga.
Program ini juga merupakan bentuk komitmen Pemkab Kulon Progo untuk terus mendorong desa dan kalurahan menjadi entitas pemerintahan yang profesional, transparan, inovatif, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Salah satu kategori yang dilombakan adalah Lomba Akuntabilitas Penyelenggaraan Pemerintah Kalurahan dengan Juara I Kalurahan Kebonharjo Kapanewon Samigaluh, Juara II Kalurahan Banjaroyo Kapanewon Kalibawang, Juara III Kalurahan Pengasih Kapanewon Pengasih, Juara IV Kalurahan Kulwaru Kapanewon Wates, Juara V Kalurahan Kranggan Kapanewon Galur, Juara VI Kalurahan Sidorejo Kapanewon Lendah.
Pada tahun ini, penghargaan diberikan dalam 12 kategori. Kategori tersebut meliputi Lomba Akuntabilitas Penyelenggaraan Pemerintahan Kalurahan, Kalurahan dengan Prevalensi Stunting Terendah, Penilaian Kinerja Program Bangga Kencana, Juara Lomba Posyandu, Juara Lomba LPMKal, Juara Lomba Kalurahan, BUM Desa dengan Laba Terbesar Tahun 2024, BUM Desa dengan Pengelola Aset Terbesar Tahun 2024, BUM Desa Bersama dengan Laba Terbesar Tahun 2024, BUM Desa Bersama Pengelola Aset Terbesar Tahun 2024, Penghargaan TKPK Award untuk Penanganan Kemiskinan Terbaik, serta Penghargaan Kalurahan Terbaik dalam Pengelolaan Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH).
Kepala DPMKal Dalduk KB, Muhadi menjelaskan bahwa penyelenggaraan penghargaan ini berangkat dari pentingnya peran kalurahan dalam tata pemerintahan.
“Kalurahan merupakan salah satu elemen kunci dalam penyelenggaraan pemerintahan. Kalurahan dituntut bekerja sepenuh hati, dengan semangat yang tinggi, demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa evaluasi dilakukan secara menyeluruh, mencakup akuntabilitas pemerintahan, capaian program Bangga Kencana, kinerja lembaga ekonomi dan keuangan kalurahan, pengelolaan JDIH, hingga penanganan kemiskinan melalui (Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan) TKPK Kalurahan.
Muhadi menambahkan bahwa apresiasi ini diharapkan dapat memacu semangat perangkat kalurahan untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan.
“Apresiasi ini harapannya dapat memacu semangat dalam bekerja mewujudkan pembangunan maupun menciptakaan inovasi baru yang bisa memberikan manfaat dlm rangka penyelenggaran pemerintahan dan pembangunan,” ujar Muhadi.
Bupati Kulon Progo, Dr. Agung Setyawan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Penghargaan Kalurahan Tahun 2025 merupakan momentum penting untuk memperkuat komitmen tata kelola pemerintahan yang baik.
“Penghargaan ini adalah momen untuk meneguhkan kembali semangat kita dalam mewujudkan pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik,” ujar Agung.
Agung menyoroti pentingnya tata kelola keuangan sebagai aspek paling rawan dalam penyelenggaraan pemerintahan. Ia mendorong seluruh kalurahan untuk memperkuat pelaporan keuangan dengan baik dan transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan secara maksimal demi kesejahteraan masyarakat.
“Transparansi bukan tentang membuka informasi sembarangan, tetapi memastikan setiap kebijakan dan laporan dapat dibuktikan dan dihitung dengan jelas,” tegasnya.
Agung berharap penghargaan ini dapat menjadi sumber kebanggaan sekaligus penyemangat bagi kalurahan untuk meningkatkan kualitas pelayanan.
“Saya berharap kegiatan ini memberi manfaat sebesar-besarnya dan menjadi dorongan bagi kita semua untuk terus bekerja sepenuh hati demi kemajuan Kulon Progo,” tutupnya. (wur/wds)






