Padat Karya 2025 Tuntas di Empat Kelurahan, Wali Kota Yogyakarta: “Warga Harus Jadi Pelaku Pembangunan”

Yogyakarta, suarapasar.com – Pemerintah Kota Yogyakarta sukses menuntaskan Program Padat Karya Tahun 2025 yang digelar di empat kelurahan. Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, secara resmi meresmikan selesainya seluruh kegiatan tersebut di lokasi Padat Karya Infrastruktur RW 012, Kelurahan Bumijo, Kemantren Jetis, pada Senin (13/10/2025).

Dalam sambutannya, Wali Kota Hasto menegaskan bahwa program padat karya tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga membawa dampak sosial dan ekonomi yang besar bagi masyarakat.

“Program padat karya ini selain menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, juga mampu meningkatkan perekonomian warga. Selama program berjalan, tenaga kerja yang diambil seluruhnya berasal dari warga sekitar. Ini sekaligus menjadi sarana perluasan kesempatan kerja,” ujar Hasto seperti dikutip dari laman Pemerintah Kota Yogyakarta.

Ia juga menyampaikan komitmennya untuk terus menerapkan sistem padat karya di berbagai program pembangunan kota. Melibatkan masyarakat secara langsung, kata Hasto, menjadi kunci agar warga tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut berperan dalam memperbaiki lingkungan mereka.

“Dengan program ini, masyarakat bisa memperoleh penghasilan sekaligus berkontribusi dalam pembangunan. Hasil kerjanya pun tidak kalah bagus dibandingkan pekerja profesional. Justru warga setempat paling paham kondisi lingkungannya,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Yogyakarta, Maryustion Tonang, menjelaskan bahwa pelaksanaan padat karya tahun 2025 dilakukan di empat kelurahan, masing-masing menyesuaikan kebutuhan lingkungan setempat. Empat kelurahan tersebut meliputi:

  • Kelurahan Bumijo, Kemantren Jetis: paving jalan lingkungan di RT 55 RW 12
  • Kelurahan Pandeyan, Kemantren Umbulharjo: pembuatan talud permukiman di RT 27 RW 07
  • Kelurahan Rejowinangun, Kemantren Kotagede: pembuatan talud permukiman di RT 50 RW 08
  • Kelurahan Karangwaru, Kemantren Tegalrejo: penggantian tutup SAH dan pembuatan SPAL di RW 05

Maryustion mengungkapkan, program ini menyerap 192 tenaga kerja lokal, dengan 48 pekerja di setiap lokasi. Kegiatan dilaksanakan selama satu bulan dengan total anggaran mencapai Rp1.290.867.100.

“Program padat karya 2025 bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar sehingga membantu perputaran ekonomi lokal,” jelasnya.

Warga menyambut baik program tersebut. Nurmalita, salah satu warga Kelurahan Bumijo, mengaku merasakan langsung manfaatnya.
“Dulu jalan kampung ini rusak dan berdebu saat kemarau. Sekarang setelah dipaving lewat padat karya, jadi bersih, rapi, dan aman dilalui anak-anak. Kami benar-benar merasakan manfaatnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, hasil pekerjaan yang dilakukan warga pun berkualitas. “Yang kerja juga warga sini sendiri. Mereka tahu bagian mana yang sering tergenang, jadi pavingnya dipasang lebih bagus dan kuat,” tambahnya.(prg,wur)