Kulon Progo, suarapasar.com : DPC PDI Perjuangan Kulon Progo menggelar musyawarah anak cabang (musancab) PDI Perjuangan se-Kulon Progo di Panti Marhaen Kulon Progo, Minggu (3/5/2026).
Ketua DPC PDI Perjuangan Kulon Progo, Fajar Gegana, menyampaikan bahwa Musancab untuk melakukan pengisian struktur di tingkat PAC merupakan kelanjutan dari tahapan formal partai setelah sebelumnya digelar Musyawarah Cabang (Muscab).

Fajar menjelaskan bahwa seluruh proses substansial, mulai dari tahap penjaringan, penyaringan, fit and proper test, hingga pengambilan keputusan akhir mengenai susunan pengurus, sepenuhnya merupakan ranah dan kewenangan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan.
“Proses ini adalah domainnya DPD, mulai dari penjaringan hingga keputusan akhir. Kami memfasilitasi dan menggelar agenda ini karena setiap kabupaten diwajibkan menggelarmya,” kata Fajar Gegana, disela-sela Musancab, Minggu (3/5/2026).
Dikatakan Fajar bahwa antusiasme para kader mengikuti musancab sangat tinggi.
“Peserta yang hadir hampir 100 persen dan sudah memenuhi kuota. Dengan terpenuhinya syarat ini, tahapan bisa berjalan lancar sehingga nantinya DPD dapat segera menerbitkan SK (Surat Keputusan) bagi kepengurusan PAC-PAC yang baru,” ujarnya.
Terbentuknya struktur kepengurusan PAC yang baru, diharapkan dapat meningkatkan soliditas kader PDI Perjuangan Kulon Progo dalam menjalankan mesin partai dan menyongsong agenda-agenda politik di wilayah Kabupaten Kulon Progo ke depan.
Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Pemuda dan Olahraga, MY Esti Wijayati mengatakan Musancab merupakan bagian dari penyegaran struktur sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai.

Kulon Progo merupakan titik keempat rangkaian konsolidasi ini setelah sebelumnya di Gunungkidul, Kota Yogyakarta, dan Sleman. Setelah Kulon Progo, konsolidasi akan dilanjutkan di Kabupaten Bantul.
MY Esti menjelaskan bahwa penguatan struktur hingga tingkat terbawah menjadi kunci dalam menyiapkan kader terbaik yang dapat diterima masyarakat. Ia menginstruksikan jajaran DPC, termasuk Ketua DPC Kulon Progo, Fajar Gegana, untuk memastikan struktur partai terbentuk hingga tingkat Ranting (kelurahan) dan Anak Ranting (dusun).
MY Esti juga mengungkapkan tingginya antusiasme masyarakat untuk bergabung menjadi pengurus PDI Perjuangan.
“Luar biasanya, di PDI Perjuangan pendaftarnya justru banyak. Bahkan di satu kecamatan bisa mencapai 17 pendaftar, padahal hanya satu yang dipilih melalui fit and proper test yang ketat,” ucapnya.
Bagi peminat khususnya generasi muda yang tidak tertampung dalam struktur inti, disediakan ruang luas melalui organisasi sayap partai seperti Taruna Merah Putih, Banteng Muda Indonesia (BMI), dan lainnya.
“Kami membuka ruang bagi anak muda untuk bergabung melalui seleksi. Kami juga tetap membuka diri terhadap kritik internal yang konstruktif demi melihat kebijakan pemerintah maupun partai agar tetap sesuai pada jalurnya,” ujarnya.
MY Esti juga menekankan pentingnya kedisiplinan dan kepatuhan mutlak terhadap instruksi partai. Seluruh kader wajib tunduk pada garis organisasi tanpa terkecuali.
“Tugas seluruh kader adalah taat pada AD/ART dan instruksi partai. Itu tidak ada tawar-menawar. Tidak boleh ada alasan suka atau tidak suka, karena itu adalah garis perjuangan yang harus ditempuh,” ujarnya.

Musyawarah Anak Cabang (musancab) PDI Perjuangan se-Kulon Progo<span;> diakhiri dengan pengambilan sumpah jabatan pengurus PAC terpilih oleh Ketua DPD PDI Perjuangan DIY, Nuryadi. (wds/drw)







