Tiga Kalurahan di Sentolo Dicanangkan Desa Cantik, Pemkab Kulon Progo Perkuat Pembangunan Berbasis Data

Kulon Progo, suarapasar.com — Pemerintah Kabupaten Kulon Progo bersama Badan Pusat Statistik (BPS) terus mendorong pembangunan berbasis data melalui Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik). Pencanangan program ini dilaksanakan di Aula Kalurahan Sukoreno, Kapanewon Sentolo, Kamis (23/4/2026).

Sebanyak tiga kalurahan ditetapkan sebagai lokasi pelaksanaan tahun ini, yakni Sukoreno, Demangrejo, dan Srikayangan. Program ini diharapkan mampu menghadirkan pembangunan yang lebih tepat sasaran karena didukung data yang akurat dan terkelola dengan baik.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kulon Progo, Jazil Ambar Was’an, menyampaikan bahwa kualitas data menjadi kunci utama dalam perencanaan pembangunan. Ia menekankan pentingnya kemampuan aparatur kalurahan dalam mengelola data sebagai dasar pengambilan kebijakan.

“Kalurahan adalah ujung tombak pembangunan. Aparatur perlu mampu mengumpulkan, mengolah, hingga menyajikan data agar program yang dijalankan benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan pengukuhan Agen Desa Statistik, masing-masing lima orang di setiap kalurahan. Agen ini akan berperan dalam pengumpulan, pembaruan, serta penyajian data di tingkat desa.

Statistisi Ahli Madya BPS DIY, Teguh Indra Kusuma, menjelaskan bahwa program Desa Cantik merupakan program nasional yang telah berjalan sejak 2022. Pada tahun 2026, jumlah desa binaan meningkat menjadi minimal tiga desa di setiap kabupaten/kota.

“Jika data di tingkat desa sudah berkualitas, maka data di tingkat kapanewon hingga nasional juga akan semakin baik. Ini akan membuat pembangunan lebih tepat sasaran,” jelasnya.

Panewu Sentolo, Armawati, menambahkan bahwa program ini sangat membantu dalam penyusunan profil desa serta penentuan penerima bantuan sosial agar lebih tepat sasaran dan transparan.

Sementara itu, Lurah Sukoreno, Olan Suparlan, menegaskan bahwa pembangunan di berbagai sektor seperti pertanian, pendidikan, kesehatan, hingga pariwisata desa membutuhkan dukungan data yang valid agar kebijakan yang diambil benar-benar sesuai dengan kebutuhan warga.

Melalui Program Desa Cantik, Pemkab Kulon Progo berharap seluruh kalurahan ke depan mampu mandiri dalam pengelolaan data. Dengan data yang akurat, pembangunan di tingkat desa diharapkan semakin efektif, transparan, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.(prg,wur)