Kulon Progo, suarapasar.com – Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Kulon Progo menggelar Dialog Kinerja Rencana Aksi Asta Protas Menteri Agama sebagai langkah evaluasi program tahun 2025 sekaligus penyusunan rencana kerja tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula PLHUT Kankemenag Kulon Progo, Kamis (5/3/2026) pagi.
Kepala Kankemenag Kulon Progo, H.M. Wahib Jamil, S.Ag., M.Pd., menegaskan bahwa dialog kinerja ini menjadi forum strategis untuk menilai capaian program sekaligus merumuskan langkah perbaikan agar kinerja setiap satuan kerja terus meningkat.
“Dialog ini menjadi wadah untuk mengevaluasi kinerja tahun lalu dan menyusun program kerja tahun berjalan. Hal ini supaya kita tidak terjebak dalam kesalahan yang berulang. Sehingga akan terjadi peningkatan kinerja bagi masing-masing satker dan unit kerja,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wahib Jamil juga mengingatkan bahwa status sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan dedikasi. ASN di lingkungan Kementerian Agama diharapkan mampu menjaga sikap, perilaku, serta aktif berkontribusi dalam menyelesaikan berbagai persoalan umat di masyarakat.
“ASN juga sebagai pelaksana kebijakan publik. Sehingga setiap kebijaksanaan birokrasi harus dilaksanakan secara maksimal dan membawa manfaat sepenuhnya bagi masyarakat,” imbuh Kakan.
“Apa yang telah dilakukan hendaknya tidak membuat kita terus berpuas diri. Setiap ASN hendaknya selalu mengaktualisasikan diri secara maksimal. Hal ini selaras dengan cita-cita Reformasi Birokrasi. Sehingga ASN harus menanamkan budaya melayani dengan menguatkan integritas,” pinta Jamil.
“Terakhir, mari kita bangun sinergi dengan berbagai pihak untuk bergerak bersama mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan bebas dari korupsi, gratifikasi, dan anti pungutan liar,” pungkasnya.
Dalam pelaksanaannya, dialog kinerja dibagi menjadi empat komisi yang membahas berbagai bidang strategis. Komisi 1 membahas Digitalisasi Tata Kelola, Kerukunan dan Cinta Kemanusiaan, serta Ekoteologi. Komisi 2 membahas Layanan Keagamaan Berdampak, Pemberdayaan Rumah Ibadah, dan Pemberdayaan Ekonomi Umat. Komisi 3 membahas Pendidikan Unggul Ramah dan Terintegrasi serta Pesantren Berdaya. Sementara Komisi 4 membahas Program Strategis dan Reformasi Birokrasi.
Kegiatan dialog kinerja ini diikuti oleh pejabat struktural, kepala dan KTU madrasah, kepala KUA, penyuluh agama, serta pengawas pendidikan agama di lingkungan Kankemenag Kulon Progo.(prg,wur)
#KementerianSemuaAgama
#MakinDigitalMenjangkauUmat








