Wamen Komdigi dan Ryan D’Masiv Beri Motivasi Mahasiswa Baru Fakultas Pertanian UGM

Sleman, suarapasar.com – Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Dr. Nezar Patria, M.Sc., M.B.A., menegaskan pentingnya pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) di sektor pertanian dan perikanan untuk menghadapi tantangan ketahanan pangan di masa depan. Dalam sambutan melalui video conference pada kegiatan PIONIR Fakultas Pertanian UGM, Rabu (6/8), ia memaparkan bahwa skor indeks ketahanan pangan global Indonesia masih berada di angka 60,2, di bawah rata-rata dunia.

Penggunaan teknologi digital di sektor pertanian, perhutanan, dan perikanan tercatat hanya 1,34 persen, jauh di bawah sektor lain. Nezar menilai transformasi sektor agro-maritim harus digerakkan dengan memaksimalkan potensi teknologi, termasuk AI, yang menurut riset dapat mendorong nilai ekonomi hingga 13,4 miliar USD. Namun, pemanfaatan AI di bidang ini masih terhambat keterbatasan infrastruktur, kolaborasi publik-swasta, dan minimnya talenta digital.

“Seperti yang pernah disampaikan Presiden Prabowo Subianto ada dua hal sangat penting yaitu soal pangan dan energi, dan kalian berada di track yang benar untuk mempelajari dan bertanya yang nantinya juga terkait dengan pangan, pertanian dan juga perikanan,” ungkapnya.

Sementara itu, musisi Ryan D’Masiv membagikan perjalanan band-nya sebagai inspirasi bagi mahasiswa baru. Ia menekankan pentingnya ketekunan, rasa syukur, dan semangat pantang menyerah dalam menggapai cita-cita. Meski pernah bercita-cita kuliah di UGM, Ryan akhirnya menempuh jalan di dunia musik dan berhasil mengharumkan nama band D’Masiv lewat kompetisi nasional.

“Kami masih membiasakan untuk kumpul, makan-makan bareng, berdiskusi dan membangun mimpi. Adik-adik harusnya bersyukur karena kalian punya kesempatan untuk berkuliah. Yakinlah kalian bisa menjadi orang sukses. Kuncinya adalah mencintai apa yang kalian kerjakan, terus berpikir positif, dan lakukan manifesting, ucapkan hal-hal baik, karena apa yang kalian ucapkan adalah doa. Mudah-mudahan dari kalian nantinya bisa menemukan jenis-jenis tanaman yang baru,” imbuhnya.

Dekan Fakultas Pertanian UGM, Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D., menilai kisah Ryan D’Masiv sarat nilai kegigihan dan rasa syukur yang relevan bagi mahasiswa. Ia berharap motivasi tersebut menjadi pendorong bagi para Amarta Muda untuk terus berkarya dan berkontribusi memajukan sektor pertanian dan perikanan Indonesia.(prg,wur)