Kulon Progo, suarapasar.com : Peran pendamping kalurahan budaya bukan sekadar menjalankan tugas administratif, tetapi juga menjadi pemantik tumbuhnya seniman-seniman baru di kalurahan.
Staf Ahli Bidang Kesejahteraan Rakyat dan SDM Kabupaten Kulon Progo, Heri Darmawan mengingatkan para pendamping budaya sebagai agen-agen pelestari kebudayaan, tidak hanya memahami, tetapi juga menguasai kebudayaan Jogja, dan memiliki potensi luar biasa untuk memperkuat jati diri daerah. Seiring perkembangan waktu regenerasi pendamping budaya menjadi suatu keniscayaan agar kelestarian budaya tetap terjaga.
“Para pelaku seni budaya kita sebagian sudah sepuh. Regenerasi adalah keniscayaan. Pendamping harus mengajak generasi muda—SD hingga SMP—untuk mulai mencintai, berlatih, dan menghidupi seni budaya sejak dini,” katanya saat menerima audiensi Forum Komunikasi Pendamping Budaya Kulon Progo di ruang rapat Menoreh Pemkab Kulon Progo Kamis (7/8/2025).
Sementara itu, Ketua Forum Komunikasi Pendamping Budaya Rodi Martono mengakui jumlah pendamping budaya sangat terbatas. Hanya ada 32 pendamping budaya untuk mendampingi 21 Kalurahan Budaya di Kulon Progo.
“32 pendamping itu, dengan rincian 9 Kalurahan Mandiri Budaya masing-masing 1, dan lainnya Kalurahan Budaya yang belum mandiri masing-masing 2 pendamping. Kalau dikatakan ideal ya memang jumlahnya masih kurang perlu penambahan. Tapi karena kondisi ya harus gimana lagi,” katanya.
Minat menjadi pendamping budaya sebenarnya cukup tinggi, namun semua tergantung kuota yang disediakan Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY.
“Waktu tes rekrutment dulu itu pesertanya 500an yang diterima hanya 100an lebih sedikit. Peminatnya sebenarnya banyak,” imbuhnya.
Disisi lain, Rodi menyampaikan regenerasi pelaku seni juga terus dibangun melalui kerja sama dengan sekolah di wilayah kalurahan dampingan.
“Lebih dari sekadar kesenian, pendamping budaya juga mengangkat nilai-nilai unggah-ungguh, tatakrama, dan adat lokal agar bisa diakomodasi dalam kehidupan masyarakat,” ujar Rodi.
Hingga saat ini, terdapat 9 Kalurahan Mandiri Budaya di Kulon Progo yaitu Pagerharjo, Jatimulyo, Hargomulyo, Glagah, Tuksono, Banjarharjo, Sidorejo, Sendangsari, Sukoreno dan Kalirejo.
Sedangkan Kalurahan Budaya di Kulon Progo, yaitu Brosot, Bugel, Tayuban, Sogan, Kaliagung, Sentolo, Salamrejo, Giripeni, Hargorejo, dan Ngargosari.








