Kulon Progo, suarapasar.com Pimpinan dan anggota Komisi C DPRD DIY melakukan kunjungan kerja dalam daerah ke wilayah Kalurahan Sentolo, Kulon Progo. Tepatnya meninjau kondisi jembatan layang Ngelo Sentolo yang hingga kini belum dilengkapi penerangan jalan umum.
Anggota Komisi C DPRD DIY, Lilik Syaiful Ahmad mengatakan berdasar pemantauan, perencanaan pembangunan jembatan layang yang tidak matang, belum mengakomodir posisi untuk pemasangan lpju, sehingga sejak selesai dibangun pada 2015 hingga saat ini jembatan layang gelap karena tidak bisa dipasang lpju.
“Jembatan layang Ngelo ini sudah sekian tahun, kalau tidak salah di tahun 2015 itu sudah selesai pembangunannya dan ternyata ada kekurangan dalam hal pembangunan atau desainnya. Keurangannya adalah di dalam perencanaan itu tidak ada dudukan untuk lampu penerangan jalannya tidak ada. Nah, otomatis ini menjadi kerepotan kita saat kita akan membangun atau memberikan penerangan jalan,” kata Lilik Syaiful Ahmad, anggota Komisi C DPRD DIY dari Fraksi Partai Golkar saat meninjau kondisi jembatan layang Ngelo Senin (7/7/2025).
Lilik menambahkan menanggapi keluhan dan aspirasi dari warga terkait gelapnya jembatan layang Ngelo ini, pihaknya sudah dua kali mengupayakan adanya anggaran pemasangan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) di jembatan layang ini. Namun pemasangan lpju tidak dapat dilakukan karena terkendala teknis konstruksi jembatan.
“Kita sudah menyiapkan anggarannya sampai dua kali di tahun 2023 dan 2024 untuk pembangunan LPJU. Karena konstruksinya tidak memenuhi, terpaksa lampu tersebut dipindah. Yang waktu itu dipindah ke Kalurahan Salamrejo, kemudian di tahun 2024 di Kalurahan Giripeni. Padahal mestinya sudah bisa dibangun di seputaran sini,” tutur Lilik.
Lilik menekankan pemasangan lpju di jembatan layang Ngelo mendesak dilakukan. Kondisi gelapnya kawasan jembatan layang sudah dikeluhkan warga sejak lama karena kemudian tempat itu digunakan untuk hal-hal negatif, bahkan untuk membuang sampah.
“Lpju ini penting karena untuk menjaga keselamatan dari pejalan, pemakai jembatan. Selain itu karena gelap, kadang-kadang buat tempat-tempat nongkrong, buat tempat buang sampah dan sebagainya,” kata Lilik yang juga dari Dapil Kulon Progo ini.
Anggota Komisi C DPRD DIY, Inoki Azmi menambahkan pemasangan LPJU di jembatan layang Ngelo direncanakan masuk pada anggaran APBD murni 2026. Nantinya lpju dipasang dengan desain khusus menyesuaikan kebutuhan.
Namun, Inoki meminta masyarakat bersabar karena pengadaan lpju ini harus menyesuaikan tata kala anggaran.
“Dari Dishub DIY sudah menyampaikan bahwa ada desain khusus. Jadi, bisa tercapai apa yang diharapkan kita semua. Sehingga ini nanti bisa terang benderang. Ya, bersabar sampai 2026 ya. Sabar tapi pasti, Mbak. Insyaallah pasti. Sabarnya itu karena pola penganggaran. Ya, kita harus mengikuti pola penganggaran agar semuanya berjalan dengan baik. Ya tinggal kurang lebih 6 bulan lah Insya Allah terlaksana,” kata Inoki.
Didit Suranto, Kepala Bidang Pengembangan Prasarana Transportasi Dinas Perhubungan DIY menjelaskan pemasangan lpju di jembatan layang Ngelo Kulon Progo akan dianggarkan dalam APBD 2026 dengan alokasi anggaran sekitar Rp 170 juta.
Lpju akan dipasang di 13 titik dengan desain dan ukuran khusus begitu pun daya lampunya.
“Ini desainnya beda nanti nempelnya di sayap. Jadi plendesnya itu nempel di sayap cuman tiangnya juga kecil. Tiangnya paling yang 3 inch tapi dengan ketinggian kurang lebih sekitar 6 m dari sayap ini ke atas dengan lampunya tidak secerah yang kita pasang, kalau yang kita pasang di jalan ini untuk jalan provinsi itu kan 120 watt ya. Kalau ini nanti cuma 60 watt. Tapi kita pasangnya adalah selang-seling. Nah, jaraknya kurang lebih antara 20 sampai 25 meter. Ini perencanaan kita memang perencanaan awalnya satu sisi tujuh titik, dan enam titik sisi lain. Total 13,” kata Didit saat mendampingi Komisi C DPRD DIY meninjau jembatan layang Ngelo.
Dijelaskan Didit, pemasangan lpju nantinya juga harus dilengkapi izin dari PT KAI karena jembatan layang melintasi rel milik PT KAI.
“Ijin KAI dan juga penting kehati-hatian safety pekerjanya perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) nya saat pemasangan nanti,” pungkasnya.
Lurah Sentolo ,Teguh mengapresiasi rencana pemasangan lpju di jembatan layang Ngelo.
“Terima kasih sekali, aspirasi kami akhirnya didengar dan akan ada realisasi. Selama ini permasalahan flyover gelap kalau malam ada anak-anak muda nongkrong disalahgunakan, ada juga yang buang sampah sembarangan karena gelap, kemudian sering terjadi kecelakaan. Kami berterima kasih atas kunjumgan Komisi C DPRD DIY yang menjanjikan di 2026 akan ada realisasi bantuan penerangan jalan ini. Tentu sangat kami tunggu karena akan sangat membantu dan bermanfaat untuk masyarakat,” katanya. (wds/drw)








