Rangkaian peringatan Hari Jadi ke-73 DPRD Kulon Progo diawali dengan kegiatan penanaman sekaligus pembagian bibit tanaman kepada masyarakat di Padukuhan Boro, Kalurahan Banjarasri, Kapanewon Kalibawang, Kamis (08/01/2026) pagi. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen DPRD Kulon Progo dalam mendukung pelestarian lingkungan dan penguatan ekonomi warga.
Penyerahan bibit dilakukan oleh Wakil Ketua DPRD Kulon Progo, Suharto, bersama anggota DPRD Kulon Progo kepada perwakilan Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP) Ireng Manis dan Kelompok Wanita Tani (KWT) di wilayah Banjarasri. Bibit yang dibagikan merupakan berbagai jenis tanaman buah yang nantinya ditanam di lingkungan rumah warga.
Ia mengatakan setidaknya ada 1.000 bibit tanaman yang disalurkan pada hari ini. Seluruhnya disalurkan untuk Kelompok Wanita Tani (KWT) yang ada di Kalibawang.
“Bibit tanaman yang diberikan bermacam-macam, seperti tanaman alpukat, duren, kelengkeng, nangka dll,” kata Suharto.
Ribuan bibit tersebut akan ditanam di halaman rumah anggota KWT. Selain berfungsi menjaga kelestarian lingkungan, hasil panennya diharapkan dapat dimanfaatkan untuk menambah penghasilan keluarga. Selain kegiatan penanaman, jajaran DPRD Kulon Progo juga mengunjungi panti asuhan dan pondok pesantren dengan menyalurkan bantuan sosial.
“Kami berikan bantuan dan santunan untuk anak-anak di panti asuhan dan ponpes,” ujar Suharto.
Ia berharap rangkaian kegiatan Hari Jadi ke-73 DPRD Kulon Progo ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mempererat hubungan antara wakil rakyat dan warga.
Ketua Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP) Kalibawang, Mindarsih mengatakan bibit tanaman tersebut akan dibudidayakan hingga menghasilkan buah. Sebab bibit yang diberikan berupa tanaman alpukat, mangga, durian, dan sebagainya.
“Buahnya selain untuk konsumsi sendiri juga bisa dijual lebihnya untuk menambah pendapatan warga,” jelasnya.
Sementara itu, pimpinan Panti Asuhan Putri Brayat Pinuji, Suster Maria Christera mengapresiasi kunjungan dan perhatian DPRD Kulon Progo kepada masyarakat.
“Dukungan dari lembaga pemerintah tetap diperlukan, sebab tanpa dukungan itu kami tidak bisa berkembang hingga sejauh ini,” kata Suster Christera.(prg,wur)







