Musrenbang RKPD 2027 DIY Dorong Akselerasi Pembangunan, Fokus Tekan Kemiskinan dan Ketimpangan

Yogyakarta, suarapasar.com — Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menegaskan perlunya akselerasi total pembangunan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD DIY 2027 yang digelar di Gedhong Pracimasana, Kompleks Kepatihan, Kamis (23/04/2026).

RKPD 2027 menjadi momentum strategis sebagai tahun penutup periode RPJMD 2022–2027. Sultan meminta seluruh jajaran pemerintah untuk tidak lagi bekerja secara konvensional, melainkan mengedepankan pendekatan inovatif guna menutup celah capaian pembangunan yang belum optimal.

“Kita tidak bisa lagi menggunakan pendekatan konvensional tanpa mempertimbangkan dinamika tantangan yang ada. Pola pikir out of the box harus dikedepankan,” tegas Sultan.

Fokus utama pembangunan diarahkan pada penurunan angka kemiskinan, pengurangan ketimpangan wilayah, serta penanganan pengangguran. Sultan juga menekankan pentingnya koordinasi kuat antara pemerintah pusat dan daerah agar kebijakan tidak hanya berhenti di dokumen, tetapi benar-benar berdampak di lapangan.

Sementara itu, Sekda DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti memaparkan target ambisius tahun 2027, di antaranya pertumbuhan ekonomi ditargetkan mencapai 6,30% hingga 7,5%, serta penurunan angka kemiskinan menjadi 8,5%–9,5%. Tingkat Pengangguran Terbuka juga ditargetkan turun ke kisaran 3,06%–3,38%.

DIY juga berupaya mengurangi ketimpangan antarwilayah dengan mendorong kontribusi ekonomi dari daerah selatan seperti Kulon Progo, Gunungkidul, dan Bantul hingga 40,24% terhadap total PDRB. Strategi ini dilakukan melalui percepatan investasi dan penguatan infrastruktur ekonomi.

Selain itu, pembangunan desa melalui Reformasi Kalurahan diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi lokal sekaligus memperkuat ketahanan sosial masyarakat.

Di sisi anggaran, Pemda DIY memproyeksikan belanja daerah sebesar Rp4,59 triliun dengan pendapatan Rp4,46 triliun. Pemerintah diminta memastikan setiap program memiliki dampak nyata bagi masyarakat dengan prinsip value for money.

Musrenbang ini juga mendapat perhatian pemerintah pusat. Deputi Bappenas, Eka Chandra Buana, menilai DIY memiliki potensi besar, terutama dari sektor akademisi, yang perlu dioptimalkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Dengan strategi akselerasi ini, DIY diharapkan mampu mencapai target pembangunan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara merata di seluruh wilayah.(prg,wur)