Obyek Wisata Di Kawasan Rawan Longsor Tak Ditutup, Dinas Pariwisata DIY : Potensi Risiko Ditangani Sesuai Prosedur Mitigasi 

Yogyakarta suarapasar.com : Dinas Pariwisata DIY menegaskan bahwa tidak ada penutupan yang dilakukan terhadap destinasi wisata yang berada di dalam kawasan yang berpotensi longsor dan destinasi wisata tetap beroperasi seperti biasa.

 

Pernyataan resmi Dinas Pariwisata DIY itu disampaikan sehubungan dengan beberapa informasi yang berkembang di masyarakat, khususnya pelaku pariwisata dan wisatawan terkait kerawanan tanah longsor di beberapa destinasi wisata yang ada di DIY.

 

Imam Pratanadi Kepala Dinas Pariwisata DIY dalam keterangan tertulis Senin (9/12/2025) menjelaskan bahwa semua destinasi di kawasan berpotensi bencana tetap aman untuk dikunjungi dan aktivitas wisata dapat dilakukan seperti biasa.

 

Pengawasan kondisi destinasi tersebut dilakukan secara intensif dengan melibatkan Dinas Pariwisata Kabupaten/Kota, BPBD DIY, Satpol PP, TNI/Polri, pengelola destinasi maupun masyarakat setempat.

 

Imam menegaskan Dinas Pariwisata DIY bersama dengan jajaran terkait sesuai kewenangan masing-masing juga telah melakukan langkah-langkah mitigasi bencana di kawasan wisata rawan bencana.

 

Upaya mitigasi dan penanganan bencana terus dilakukan secara terpadu melalui koordinasi intensif antar pihak terkait untuk menjamin wisatawan dapat melakukan kegiatan wisata secara aman, nyaman, dan menyenangkan.

 

“Langkah mitigasi bencana yang kami lakukan diantaranya, berkoordinasi dengan pengelola destinasi dan desa wisata dalam rangka penyiapan menyambut wisatawan, terutama memastikan ketersediaan rambu penunjuk arah dan rambu peringatan serta memastikan bahwa peralatan keamanan dan keselamatan dapat berfungsi dengan baik,” terang Imam.

 

Dinas Pariwisata DIY bersama Dinas Pariwisata Kabupaten/Kota juga melakukan pengawasan untuk memastikan pelaksanaan operasional oleh pelaku usaha sesuai dengan SOP yang berlaku.

 

Tidak hanya itu, pihaknya juga senantiasa memantau kondisi cuaca di destinasi wisata secara real-time dengan memanfaatkan kamera cctv, memantau informasi prakiraan cuaca dari BMKG dan secara berkala menginformasikan kepada semua pihak terkait melalui kanal informasi JITV maupun media lainnya.

 

“Kami dari Dinas Pariwisata DIY bersama Dinas Pariwisata Kabupaten/Kota dan pemangku kepentingan terkait menghimbau masyarakat dan wisatawan untuk tetap tenang dan melanjutkan rencana kunjungannya. Keamanan, keselamatan, dan kenyamanan wisatawan adalah prioritas utama kami, dan setiap potensi risiko akan ditangani sesuai prosedur mitigasi yang telah disiapkan,” tandasnya.

 

Sebelumnya, dalam Diskusi Forum Wartawan Unit DPRD DIY dalam rangka persiapan menghadapi libur Natal dan Tahun Baru 2025 dengan tema Pariwisata Akhir Tahun di Tengah Cuaca Ekstrem, di Ruang Rapat Paripurna DPRD DIY pada 10 Desember 2025, Dinas Pariwisata DIY menyampaikan bahwa berdasarkan hasil olahan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY terdapat 3 (tiga) kawasan wisata yang mempunyai potensi rawan tanah longsor, yaitu: Perbukitan Menoreh, Pegunungan Sewu, serta Perbukitan Patuk Imogiri. Di dalam Kawasan tersebut terdapat beberapa destinasi wisata diantaranya: Nglinggo Tritis, Puncak Widosari, Puncak Suroloyo. Sendangsono, Embung Tonogoro, Desa Wisata Tinalah, Desa Wisata Jatimulyo, Nglanggeran, Goa Pindul, Kalisuci, Air terjun Srigethuk, Goa Jomblang, Desa Wisata Wukirsari, Mangunan (Becici, Pengger), Imogiri, HeHa Sky View, dan Bukit Bintang.