Yogyakarta (13/11/2025), suarapasar.com – Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berhasil meraih predikat Juara Umum dalam ajang Anugerah Media Humas (AMH) 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) RI. DIY dinilai unggul setelah memperoleh predikat terbaik pertama kategori siaran pers, terbaik pertama kategori website, serta terbaik kedua kategori audiovisual.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, kepada Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika DIY, HET Wahyu Nugroho, pada Kamis (12/11) di Hotel Borobudur Jakarta. Dalam sambutannya, Meutya mengapresiasi prestasi DIY dan menegaskan bahwa peran Humas pemerintah sangat vital dalam menjaga kepercayaan publik melalui komunikasi yang cerdas, kolaboratif, dan berintegritas.
“Komunikasi publik bukan sekadar tugas pelengkap dari birokrasi, tetapi menjadi bagian penting dari denyut pembangunan nasional,” ujar Meutya.
Saat ini terdapat 8.392 Pemangku Jabatan Fungsional Pranata Humas di seluruh Indonesia per Agustus 2025. Menurutnya, mereka merupakan garda depan dalam memastikan transparansi dan akuntabilitas pemerintah di tengah perubahan lanskap media yang dinamis.
“Humas adalah navigator kepercayaan publik. Karena itu, saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh insan Humas pemerintah di seluruh Indonesia yang dengan semangat kolaboratif dan kreativitas luar biasa telah mengkomunikasikan kerja-kerja pemerintah kepada rakyat,” tuturnya.
Mengusung tema “Kolaborasi Humas, Satu Suara untuk Indonesia Maju,” Meutya menyebut bahwa tantangan terbesar komunikasi publik saat ini bukan lagi pada penyebaran informasi, melainkan membangun narasi yang substansial dan berdampak. “Tantangan kita hari ini bukan sekadar bagaimana membuat pesan viral, tetapi bagaimana memastikan bahwa setiap pesan yang disampaikan bermakna, bernilai, dan menggerakkan,” tegasnya.
Ia juga menegaskan pentingnya menjaga keutuhan pesan publik di tengah keberagaman instansi pemerintah. Konsep “satu suara”, menurutnya, bukan berarti menyeragamkan isi pesan, melainkan menyatukan arah komunikasi agar publik mendapatkan pemahaman yang utuh tentang pembangunan nasional. “Satu suara bukan berarti kehilangan identitas masing-masing instansi. Justru dari keberagaman itulah muncul kekuatan yang saling melengkapi,” jelas Meutya.
Lebih lanjut, Meutya menyoroti tantangan humas pemerintah dalam menghadapi disinformasi dan kebisingan informasi di ruang digital. “Kepercayaan publik tidak tumbuh dalam satu malam. Ia lahir dari konsistensi, ketulusan, dan profesionalitas. Selama kita mampu menjaga itu, insyaallah komunikasi publik akan tetap kontekstual dan berdampak bagi masyarakat,” ungkapnya.
Ia menekankan bahwa kolaborasi antarhumas tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan harus diwujudkan secara konkret dan berkelanjutan, baik antarinstansi, antara pusat dan daerah, maupun dengan ekosistem digital.
Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo DIY, HET Wahyu Nugroho, menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Menurutnya, penghargaan ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh tim Humas di lingkungan Pemda DIY yang terus mengedepankan transparansi dan pelayanan informasi publik yang berkualitas.
“Alhamdulillah, penghargaan ini adalah buah dari kerja bersama. Kami di DIY selalu berupaya agar komunikasi publik tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi menjadi jembatan antara kebijakan pemerintah dan kebutuhan informasi masyarakat,” ujar Wahyu.
Ia menambahkan, penghargaan ini menjadi pengingat agar seluruh jajaran Humas Pemda DIY terus berinovasi dan beradaptasi dengan perkembangan komunikasi digital. “Tantangan ke depan tentu semakin kompleks. Karena itu, kami akan memperkuat kapasitas SDM, memperluas kolaborasi lintas sektor, dan memastikan setiap pesan publik yang disampaikan tetap kredibel, akurat, serta mudah dipahami masyarakat,” jelasnya.
Wahyu juga menyampaikan apresiasi kepada Kemenkomdigi RI yang secara konsisten memberikan ruang apresiasi bagi para praktisi kehumasan di seluruh Indonesia. “Anugerah Media Humas ini bukan sekadar ajang penghargaan, tetapi juga ruang pembelajaran dan refleksi bagi kami untuk terus memperbaiki diri. Semoga ini menjadi motivasi agar DIY semakin maju dalam mewujudkan komunikasi publik yang partisipatif, inovatif, dan berintegritas,” tutupnya.(prg,wur)







