10.000 Pelari Siap Ramaikan Mandiri Jogja Marathon 2026, Dorong Dampak Ekonomi dan Pariwisata

Yogyakarta, suarapasar.com — Sebanyak 10.000 pelari dipastikan akan ambil bagian dalam ajang Mandiri Jogja Marathon 2026 yang digelar pada 21 Juni 2026. Event berskala internasional ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga mampu memberikan efek berganda bagi sektor ekonomi, pariwisata, dan sosial di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Wakil Gubernur DIY, Paku Alam X, menyatakan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan MJM 2026. Ia mendorong agar event ini dikolaborasikan dengan Dinas Pariwisata DIY, termasuk dimasukkan dalam kalender resmi pariwisata daerah.

Salah satu inovasi yang diusulkan adalah pemanfaatan QR Code aplikasi “Visiting Jogja” pada atribut peserta. Fitur ini diharapkan memudahkan pelari dan wisatawan mengakses informasi penting seperti lokasi wisata, kuliner, rumah sakit, hingga transportasi.

“Nanti di nametagnya bisa ditambahkan QR Code Visiting Jogja, agar tamu kita lebih mudah mengakses berbagai informasi,” ujar Sri Paduka.

Selain itu, pelari juga didorong untuk berpartisipasi dalam promosi wisata melalui kegiatan kreatif seperti lomba foto di titik-titik destinasi maupun situs bersejarah yang dilalui rute lomba.

Tak hanya fokus pada olahraga, MJM 2026 juga akan melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari komunitas lari hingga influencer lokal untuk memperluas jangkauan promosi. Bahkan, panggung kesenian yang dihadirkan diharapkan memberi ruang bagi seniman lokal yang belum dikenal luas.

Dari sisi penyelenggara, Regional CEO Bank Mandiri Region VII/Jawa 2, Iwan Tri Imawan, mengungkapkan tingginya antusiasme masyarakat. Sebanyak 10.000 tiket MJM 2026 ludes hanya dalam waktu 15 menit—lebih cepat dibanding tahun sebelumnya.

Ia juga memastikan bahwa berbagai program sosial akan turut digelar, seperti pemeriksaan kesehatan gratis, sunatan massal, hingga lomba cheering dan kegiatan bersih desa di 21 wilayah yang dilalui rute lomba.

Tak kalah penting, sekitar 200 hingga 300 pelaku UMKM akan dilibatkan dalam event yang dipusatkan di kawasan Candi Prambanan, sehingga memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat.

“Yang paling penting adalah bagaimana kita bisa berkontribusi terhadap dampak ekonomi dan sosial di Jogja,” jelas Iwan.

Dengan konsep yang semakin inovatif dan kolaboratif, Mandiri Jogja Marathon 2026 diharapkan menjadi ajang sport tourism unggulan yang tidak hanya menarik peserta internasional, tetapi juga memperkuat posisi Yogyakarta sebagai destinasi wisata kelas dunia.(prg,wur)