Yogyakarta, suarapasar.com : Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melakukan kunjungan kerja ke Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai bagian dari instruksi langsung Menteri Dalam Negeri untuk memantau kondisi pasca aksi massa yang sempat memanas beberapa waktu lalu. Restuardy Daud , Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kemendagri usai pertemuan dengan Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan Kemendagri mendorong penguatan kondusivitas daerah. Salah satunya dengan mengaktifkan kembali partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan melalui sistem keamanan berbasis lingkungan (siskamling).
“Mendorong daerah-daerah terutama untuk menjaga kondisi kita di daerah termasuk juga dalam hal ini mendorong untuk mengaktifkan kembali partisipasi masyarakat dalam bentuk Siskamling. Bagaimana masyarakat berperanserta untuk menjaga lingkungannya,” kata Restuardy Daud usai pertemuan dengan Sri Sultan Hamengku Buwono X di Kepatihan Yogyakarta Kamis (11/9/2025).
Kemendagri juga mengapresiasi adanya sistem keamanan masyarakat Jaga Warga di Yogyakarta.
“Ternyata di Yogyakarta ini salah satu kearifan lokal yang sudah terbangun yaitu jaga warga yang juga sangat berperan dalam turut menjaga pada saat masa-masa unjuk rasa kemarin,” imbuhnya.
Plt Kepala Satpol PP DIY, Noviar Rahmad mengatakan Jaga Warga berperan aktif dalam menjaga ketertiban saat berlangsungnya aksi massa, termasuk pada tanggal 1 dan 29 September di sepanjang Malioboro dan sekitar Polda DIY.
Pemerintah Daerah DIY telah menginstruksikan Satpol PP kabupaten/kota untuk mempertebal atau memperkuat sistem keamanan lingkungan secara menyeluruh melibatkan satlinmas dan jaga warga.
“Poskamling kan sudah berjalan kalau di DIY. Siskamling tingkat RT sudah ada sistem ronda dengan ada jaga warga, satlinmas sudah berjalan seiring partisipasi masyarakat pola jimpitan siskamling. DIY ini barometer dalam jaga lingkungan dan partisipasi masyarakat,” terang Noviar.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik DIY, Lilik Andi Aryanto mengatakan siskamling perlu digalakkan kembali, menjaga peran serta masyarakat sangat diperlukan dalam menjaga keamanan.
“Kalau mengharapkan unsur keamanan TNI Polri aparat keamanan kan jumlahnya terbatas. Peran serta masyarakat melalui siskamling sangat diperlukan. Siskamling tidak hanya sekedar keamanan saja tapi juga untuk keguyuban kan diantara warga kadang tidak saling kenap, pendatang baru cuek, nah ini untuk saling mengenal saling empati warga,” katanya. (wds/drw)






