Kulon Progo Matangkan Persiapan Jadi Tuan Rumah PORDA dan PEPARDA DIY 2027

Kulon Progo, suarapasar.com – Pemerintah Kabupaten Kulon Progo mulai mempersiapkan diri menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Daerah (PORDA) dan Pekan Paralimpik Daerah (PEPARDA) DIY 2027. Persiapan tersebut dibahas dalam audiensi antara Pemkab Kulon Progo dengan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) DIY serta KONI di Ruang Rapat Menoreh, Kamis (12/3/2026).

Pertemuan ini menjadi langkah awal mematangkan berbagai aspek penyelenggaraan, mulai dari kesiapan fasilitas hingga dukungan terhadap atlet, khususnya atlet disabilitas. Pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk menghadirkan penyelenggaraan olahraga yang inklusif dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

Ketua Pengurus NPCI DIY, Sudartatik, menyampaikan apresiasi atas kesiapan Kulon Progo dalam merencanakan pelaksanaan Pekan Paralimpik Daerah (PEPARDA) ke-5. Ia menilai sinergi antara pemerintah daerah, KONI, dan NPCI sangat penting agar penyelenggaraan PORDA dan PEPARDA dapat berjalan bersamaan sebagai satu paket kegiatan olahraga yang inklusif.

“Kami berharap Pemkab Kulon Progo memberikan dukungan penuh bagi atlet disabilitas. NPCI siap bersinergi dan berkolaborasi agar PEPARDA dan PORDA 2027 nanti bisa sukses dilaksanakan beriringan,” ujar Sudartatik.

Selain koordinasi jadwal, NPCI DIY juga menyoroti pentingnya fasilitas yang ramah bagi atlet disabilitas. Pembangunan maupun renovasi venue diharapkan memperhatikan standar aksesibilitas, seperti penyediaan toilet duduk serta pintu dengan ukuran yang lebih lebar.

“Kami memohon dukungan terkait kemudahan akses tempat latihan (plafon KONI) milik pemda agar bisa digratiskan bagi atlet. Selain itu, identitas visual seperti logo, tema, hingga maskot diharapkan bisa segera disepakati,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Kulon Progo R. Agung Setyawan menegaskan bahwa penyelenggaraan PORDA dan PEPARDA tidak hanya sekadar ajang kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan masyarakat.

“Di ajang ini, nilai utamanya adalah pemberdayaan. Kami tidak berharap untuk ‘balik modal’ karena penyelenggaraan ini adalah tanggung jawab kita bersama. Kolaborasi antara KONI, Pemkab, dan NPCI sangat krusial,” tegas Agung.

Meski demikian, Bupati juga mengingatkan agar seluruh pihak tetap memperhatikan efisiensi penggunaan anggaran di tengah kondisi kebijakan penghematan dari pemerintah pusat. Ia meminta setiap program disusun berdasarkan skala prioritas yang jelas.

“Kita harus menata jadwal dan skala prioritas, mulai dari renovasi tempat pertandingan, pembuatan lahan parkir, hingga lintasan atletik. Namun, semua harus disesuaikan dengan kondisi anggaran saat ini. Jangan sampai menghamburkan uang untuk hal yang kurang bermanfaat, karena kita harus menjaga kepercayaan masyarakat,” jelasnya.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kulon Progo, Nur Wahyudi, menyatakan pihaknya akan segera menindaklanjuti pertemuan tersebut melalui pembahasan teknis bersama KONI dan pihak terkait.

“Nanti akan kami diskusikan lebih dalam secara teknis agar persiapan lebih matang. Harapannya, PORDA dan PEPARDA 2027 berjalan baik, lancar, dan tanpa kendala berarti,” tutup Nur Wahyudi.(prg,wur)