Aspek keselamatan perjalanan menjadi perhatian utama dalam menghadapi arus mudik Idul Fitri 1447 H di DIY. Komisi A DPRD DIY pun mendorong seluruh stakeholder untuk bersinergi demi mewujudkan mudik yang aman dengan semangat “zero tolerance for accident”.
“Ingat selalu, utamanya pengemudi agar patuhi keselamatan berlalu lintas, pastikan kendaraan laik jalan, cek benar-benar kondisi kendaraan para pemudik dan jangan paksakan karena bisa membahayakan pengguna jalan yang lain. Kepada masyarakat kita ajak untuk menjaga stamina selama perjalanan, istirahat cukup dan patuhi rambu lalu lintas. Semoga selamat bahagia bertemu keluarga saat lebaran nanti,” kata Eko Suwanto, Ketua Komisi A DPRD DIY, Selasa (17/3/2026).
Komisi A DPRD DIY bersama Satpol PP DIY dan Dinas Perhubungan DIY melakukan kunjungan langsung ke Posko Mudik di Prambanan guna memastikan kesiapan pelayanan bagi pemudik. Dalam kunjungan tersebut, rombongan menerima penjelasan terkait pengaturan arus lalu lintas selama periode mudik dan arus balik Lebaran 2026.
Eko Suwanto bersama jajaran anggota Komisi A DPRD DIY menekankan pentingnya pelayanan publik yang optimal, termasuk penyediaan layanan kesehatan bagi pemudik agar perjalanan berlangsung aman hingga tujuan.
“Kita berharap pemerintah benar benar jalankan pelayanan publik agar pemudik bisa selamat sampai tujuan,” kata Arif Kurniawan, anggota Komisi A DPRD DIY.
Selain itu, perhatian juga diberikan pada ketersediaan rambu lalu lintas, informasi kondisi jalan secara real-time, serta kesiapsiagaan petugas di posko yang mudah dihubungi. Dukungan kesehatan seperti penyediaan vitamin bagi pengemudi juga dinilai penting untuk menjaga stamina selama perjalanan.
“Dinas Kesehatan bisa memberikan vitamin untuk jaga stamina sopir. Aspek kesehatan dan selamat dalam perjalanan menuju tempat tujuan mudik penting biar selamat sampai berkumpul sanak saudara juga keluarga di rumah,” kata Eko Suwanto, Ketua Komisi A DPRD DIY dari Fraksi PDI Perjuangan DPRD DIY yang juga alumni MEP UGM ini.
Dari sisi teknis pengaturan lalu lintas, Dinas Perhubungan DIY menjelaskan rekayasa jalur masuk dan keluar tol guna mengurai kepadatan kendaraan. Jalur Purwomartani difungsikan sebagai akses masuk tol dari arah Yogyakarta menuju Jawa Tengah, sementara pintu keluar dari arah Jawa Tengah difokuskan di gerbang tol Prambanan.
“Guna kelancaran lalu lintas keluar dan masuk via tol, penggunaan gerbang tol Purwomartani kita fokuskan untuk masuk tol dari arah Jogja ke Jawa Tengah dan pintu keluar dari Jawa Tengah.ke arah Jogja keluar di gerbang exit tol Prambanan,” kata Didit Suranto, dari Dinas Perhubungan DIY.
Sementara itu, Satpol PP DIY menegaskan kesiapsiagaan dalam menjaga keamanan selama masa mudik dan liburan. Tim Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) telah disiagakan di delapan pos strategis, termasuk di kawasan wisata seperti Waduk Sermo, guna mengantisipasi potensi kecelakaan.
Selain itu, apel kesiapsiagaan juga telah dilakukan di sejumlah pantai selatan seperti Siung dan Wediombo, dengan melibatkan berbagai unsur untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya, termasuk kecelakaan laut dan sengatan ubur-ubur. Edukasi kepada masyarakat menjadi fokus utama agar wisatawan mematuhi aturan keselamatan.
“Kami ingin memastikan wisatawan bisa menikmati keindahan Jogja dengan rasa tenang. Sebelum terjadi kecelakaan laut, kami minta semua pihak berhati-hati dan mengutamakan keselamatan,” kata Bagas.(prg,wur)








