UGM Kirim Tim Medis Perkuat Penanganan Bencana di Sumatera

Sleman, suarapasar.com : Bencana yang melanda Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh hingga kini terus menelan korban jiwa. Data BNPB per 3 Desember 2025 mencatat 753 korban meninggal, sementara ribuan lainnya mengalami luka, kehilangan tempat tinggal, dan kekurangan akses layanan dasar. Kerusakan infrastruktur, terbatasnya fasilitas kesehatan, serta meningkatnya kebutuhan medis membuat penanganan darurat semakin mendesak dan membutuhkan mobilisasi cepat tenaga kesehatan.

Menanggapi kondisi tersebut, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) UGM menginisiasi pengiriman tenaga medis untuk mendukung penanganan darurat sekaligus memperkuat proses pemulihan pascabencana. Melalui pendekatan yang terstruktur, tim memastikan bantuan tepat sasaran dan mampu memperkuat kapasitas layanan kesehatan di wilayah terdampak.

“Kita di FK-KMK itu ada tim bencana, memang kita create sudah sejak lama dan ini merupakan yang terstruktur,” jelas Wakil Dekan Bidang Kerjasama, Alumni, dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Dr. dr. Sudadi Sp.An., KNA., KAR., saat diwawancarai Kamis (4/12/2025).

tim pengabdian dibentuk melalui jejaring Academic Health System (AHS) yang melibatkan 15 rumah sakit di Yogyakarta.

Dalam pelaksanaan penanganannya, tim FK-KMK menurunkan tim manajemen bencana sebagai langkah awal asesmen kebutuhan di lapangan.

“Sejak Selasa (2/12), dua tenaga medis telah dikerahkan ke Aceh, terdiri dari dokter bedah dan dokter manajemen bencana. Lalu disusul dengan 13 tenaga medis yang disesuaikan dengan disiplinnya masing-masing,” ujarnya seperti dikutip dari laman resmi Universitas Gadjah Mada.

Sudadi menjelaskan bahwa Aceh Utara menjadi lokasi prioritas karena wilayah tersebut mencatat dampak paling signifikan. “Penetapan prioritas dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah daerah,” katanya.

Tim juga mengajukan proposal pengabdian masyarakat melalui skema Design Tech serta menjalin kerja sama dengan Universitas Teuku Umar di Meulaboh.

“Nah ini, kalau nanti skema ini disetujui, kita akan memberangkatkan tim yang kedua itu ke Aceh Barat,” tambahnya.

Lebih jauh, Sudadi menerangkan bahwa formasi tim terdiri dari dokter bedah, dokter penyakit dalam, dokter anak, perawat, perawat anestesi, ahli gizi, tenaga teknik untuk kebutuhan dasar seperti air dan listrik, serta tim logistik untuk menjamin kelancaran operasi lapangan. Pengabdian ini turut melibatkan mahasiswa dan peserta program spesialis untuk berkolaborasi dalam misi kemanusiaan.

Tim pengabdian juga merancang rangkaian pemberangkatan sebanyak empat hingga lima kali hingga wilayah terdampak memasuki tahap pemulihan. Dengan dukungan berbagai fakultas di UGM dan rumah sakit di Yogyakarta, FK-KMK berencana membentuk emergency team sebagai bagian dari mitigasi bencana.

“Kita sudah melatih rumah sakit-rumah sakit yang ada di sekitar Jogja ini sebagai tenaga cadangan,” tuturnya.

Salah satu anggota tim, dr. Agung Widianto, Sp.B-KBD, bersama Apt. Gde Yogadhita, keduanya memetakan kondisi lapangan, persiapan operasional, kebutuhan rumah sakit, serta kesiapan logistik.

“Dengan pemberangkatan tim asesmen, yakni saya dan Apt. Gde selaku ahli manajemen dan epidemiologi bencana, kami berdua bisa saling melengkapi dalam hal pembuatan planning persiapan operasional pemberangkatan team dan kesiapan logistik team serta RS sasaran,” jelasnya.

Setibanya di Banda Aceh, tim mendapati wilayah tersebut relatif aman meski tidak terdampak langsung banjir, namun tetap menghadapi persoalan seperti kelangkaan BBM, gas, dan pemadaman listrik bergilir. Kendala transportasi menuju Aceh Utara membuat tim mengandalkan komunikasi lewat jaringan Starlink di HEOC Dinas Kesehatan Aceh untuk menentukan titik bantuan.

Ia menuturkan bahwa karakteristik bencana kali ini lebih menyerupai situasi pasca tsunami yang menuntut pemenuhan logistik ketimbang kasus kesehatan gawat darurat.

“Tantangan utama yang kami dan masyarakat hadapi bukan lagi pada kasus kesehatan gawat darurat, tetapi pada persoalan logistik, transportasi, listrik, dan internet,” pungkas Agung.(prg,wur/drw)