Kulon Progo (05/02/2026), suarapasar.com – Pemerintah Daerah DIY menunjukkan komitmen kuat dalam peningkatan pelayanan penyelenggaraan haji dengan merealisasikan embarkasi haji di Yogyakarta International Airport (YIA). Embarkasi haji YIA ini diharapkan tidak hanya melayani jamaah DIY, tetapi juga menjadi percontohan nasional untuk layanan haji berbasis hotel.
Sekretaris Direktorat Jenderal Pelayanan Haji Kemenhaj RI, Abdul Haris, menyampaikan bahwa DIY menjadi daerah pertama yang menginisiasi pelayanan embarkasi haji berbasis hotel. Dengan dukungan fasilitas hotel yang memadai, konsep ini dinilai sejalan dengan arah kebijakan Presiden Prabowo dalam meningkatkan kualitas pelayanan haji.
“Mudah-mudahan apa yang sudah dirintis oleh Kemenhaj dan Pemda DIY ini bisa benar-benar terlaksana dan pelayanannya pun dapat semakin baik lagi ke depannya. Dan melalui simulasi seperti ini, bisa semakin meyakinkan dan memberi kepastian bahwa embarkasi haji di DIY ini betul-betul siap, betul-betul mampu memberikan peningkatan terhadap pelayanan haji di DIY,” ungkapnya di Hotel Novotel Kulon Progo pada Kamis (05/02).
Mewakili Menteri Haji dan Umrah RI, Haris menegaskan bahwa persiapan embarkasi YIA dilakukan secara serius dan terkoordinasi. Kemenhaj RI terus menjalin sinergi dengan Pemda DIY dan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan jamaah memperoleh pelayanan optimal pada penyelenggaraan haji 2026.
Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, saat membacakan sambutan Gubernur DIY, menyampaikan bahwa embarkasi haji bagi DIY bukan sekadar fasilitas transportasi, melainkan cerminan kehadiran negara dalam memberikan pelayanan terbaik kepada jamaah.
“Haji bukan hanya perjalanan fisik, tetapi perjalanan spiritual. Karena itu, tata kelolanya pun harus dijalankan dengan kesungguhan lahir dan batin. Karenanya, simulasi kedua hari ini harus kita maknai sebagai tahap pematangan system,” ungkapnya.
Made menjelaskan bahwa simulasi pertama sebelumnya menunjukkan kesiapan operasional mendekati 80 persen. Alur penerimaan jamaah, akomodasi berbasis hotel, hingga mobilisasi menuju bandara dinilai telah berjalan baik, meski masih diperlukan sejumlah penyempurnaan, terutama pada efisiensi layanan, koordinasi petugas, serta fasilitas bagi jamaah lansia dan kelompok rentan.
“Oleh karena itu, pada simulasi kedua ini, seluruh proses-mulai dari pemeriksaan kesehatan, pengelolaan dokumen, bea cukai, imigrasi, hingga boarding harus terintegrasi secara presisi. Tidak boleh ada kebingungan prosedur, tidak boleh ada keterlambatan layanan, dan tidak boleh ada jamaah yang merasa terabaikan,” paparnya.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor agar seluruh unsur, mulai dari pemerintah daerah, kementerian, TNI-Polri, otoritas bandara, hingga relawan pelayanan, dapat bergerak dalam satu orkestrasi yang solid dan profesional.
“Harapan kita sederhana namun mendasar. Ketika operasional penuh dimulai nanti, embarkasi YIA benar-benar siap menjadi contoh pelayanan haji yang tertib, cepat, humanis, dan berkelas nasional. Semoga ikhtiar ini menjadi amal pelayanan yang membawa keberkahan dan kemaslahatan bagi umat,” imbuhnya.(prg,wur)








