Pengurus PW ISMI DIY Resmi Dilantik, Siap Perkuat Tradisi Intelektual Menuju Indonesia Emas 2045

Yogyakarta, surapasar.com – Pengurus Wilayah Ikatan Sarjana Melayu Indonesia (PW ISMI) Daerah Istimewa Yogyakarta periode 2026–2030 resmi dilantik di Balai Melayu Yogyakarta, Sabtu (4/7/2026). Pelantikan ini menjadi momentum konsolidasi bagi kalangan intelektual Melayu untuk memperkuat kontribusi pemikiran dalam menghadapi berbagai tantangan kebangsaan menuju Indonesia Emas 2045.

H. Mahyudin Al Mudra SH MM MA yang dilantik sebagai Ketua PW ISMI DIY menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya tidak hanya berfokus pada pelestarian budaya Melayu, tetapi juga harus menjadi wadah lahirnya gagasan dan solusi bagi berbagai persoalan bangsa.

Dalam orasi kebudayaan dan kebangsaan bertema “Dari Iqra ke Indonesia Emas: Menghidupkan Tradisi Intelektual Melayu untuk Mewujudkan Indonesia Emas 2045”, Mahyudin menekankan pentingnya menghidupkan kembali tradisi intelektual Melayu sebagai fondasi pembangunan nasional di abad ke-21.

Menurutnya, sarjana Melayu harus tampil sebagai problem solver yang mampu menawarkan solusi atas berbagai persoalan sosial, ekonomi, pendidikan, dan kebangsaan. Karena itu, kepengurusan baru akan fokus pada tiga agenda utama, yakni membangun pusat pemikiran strategis (think tank), memperkuat budaya literasi, dan mendorong gerakan perubahan sosial berbasis pengetahuan.

“Jika abad ke-20 adalah abad ketika Melayu memberi bahasa kepada Indonesia, maka abad ke-21 harus menjadi abad ketika sarjana Melayu memberi lebih banyak gagasan kepada Indonesia,” tegas Mahyudin.

Prosesi pelantikan berlangsung khidmat ditandai dengan penandatanganan surat keputusan kepengurusan, penyerahan pataka organisasi, serta penyematan pin ISMI kepada jajaran pengurus yang baru. Acara juga diwarnai pembacaan Gurindam Dua Belas, pertunjukan musik Melayu, serta tari kreasi yang memperkuat nuansa kebudayaan Melayu di Yogyakarta.

Ketua Dewan Pembina Pengurus Besar (PB) ISMI, Tun Dr H Rahmat Shah, dalam kesempatan yang sama menyoroti pentingnya peran intelektual di tengah dinamika sosial dan politik yang berkembang saat ini. Menurutnya, sarjana memiliki tanggung jawab moral untuk menghadirkan pemikiran yang jernih, objektif, dan menyejukkan bagi masyarakat.

“Intelektual harus hadir memberikan pencerahan, menenangkan keadaan, dan menyampaikan kebenaran berdasarkan ilmu pengetahuan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum PB ISMI, Nizhamul SE MM, berharap kepengurusan baru mampu memperkuat sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan organisasi kemasyarakatan. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar ISMI tidak hanya menjadi organisasi profesi, tetapi juga berperan aktif dalam pembangunan masyarakat.

Ia menegaskan bahwa tantangan bangsa ke depan membutuhkan kerja sama lintas sektor dan kontribusi pemikiran dari kalangan akademisi serta cendekiawan.

“Hanya dengan kebersamaan dan kolaborasi kita dapat mengatasi berbagai persoalan bangsa, mengejar kemajuan, dan mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia,” kata Nizhamul.

Pelantikan PW ISMI DIY periode 2026–2030 sekaligus menandai komitmen organisasi untuk memperkuat peran intelektual Melayu sebagai penggerak literasi, pusat gagasan strategis, dan mitra pembangunan dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.(prg,wur)