Gedongtengen, suarapasar.com – Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinpertaru menggelar puncak peringatan Gebyar Hari Agraria dan Tata Ruang Nasional (Hantaru) 2025 sekaligus memberikan penghargaan kepada para pemenang Lomba Hantaru 2025. Ajang tahunan ini mencatat lonjakan peserta hingga ratusan orang, menunjukkan meningkatnya perhatian publik terhadap isu tata ruang dan kebersihan kota.
Kepala Dinpertaru Kota Yogyakarta, Wahyu Handoyo, menyampaikan bahwa Lomba Hantaru tahun ini menghadirkan empat kategori, yaitu video reels, esai, fotografi, dan poster dengan jumlah peserta mencapai 804 orang. Ia menilai tingginya partisipasi tersebut menandakan bahwa tata ruang kini semakin mendapat tempat di hati masyarakat, baik pelajar maupun warga umum.
“Ini membuktikan bahwa tata ruang kini semakin menjadi perhatian masyarakat, baik pelajar maupun masyarakat umum,” ungkapnya seperti dikutip dari laman Pemerintah Kota Yogyakarta.
Wahyu mengungkapkan penyelenggaraan yang keempat kalinya ini mengusung tema besar “Padhang Resik Jogjaku”, yang bertujuan mengajak masyarakat menjaga ruang kota agar tetap terang, bersih, dan bebas dari sampah fisik maupun visual. Tema tersebut juga menjadi bagian dari edukasi mengenai pentingnya tata ruang yang tertib dan nyaman.
“Resik ini bukan hanya soal tidak ada sampah fisik, tetapi juga bebas dari sampah visual. Ini juga menjadi bentuk edukasi agar masyarakat semakin peduli terhadap tata ruang,” ujar Wahyu.
Diakuinya lomba kali ini juga berfungsi sebagai sarana edukasi terkait program Mas JOS, gerakan Pemkot dalam menangani kondisi darurat sampah di Kota Yogyakarta. Karya peserta menunjukkan pemahaman yang baik mengenai pengolahan sampah dan konsep kota bersih yang ingin diwujudkan.
“Dalam esai, poster, video, maupun foto, peserta mampu menggambarkan apa itu Mas Joss, bagaimana pengolahan sampah, dan bagaimana mewujudkan Padang Resik Jogja,” ujarnya.
Menurut Wahyu, antusiasme peserta juga didukung oleh sistem penyelenggaraan yang lebih matang. Dinpertaru telah memperbaiki konsep lomba dari tahun ke tahun, mulai dari persiapan hadiah, desain lomba, hingga penentuan tema yang relevan.
“Persiapannya panjang. Dari hadiah, target peserta, hingga penentuan tema yang relevan, semua dirancang sejak sebelum lomba dimulai di bulan September,” katanya.
Ia menambahkan bahwa pendaftaran dibuka secara online sehingga mampu menjangkau peserta luar daerah, bahkan luar Pulau Jawa. Salah satu pemenang berasal dari luar Jawa, meskipun tidak bisa hadir karena jarak yang jauh.
“Ini sangat membanggakan bagi kami. Artinya pesan yang ingin disampaikan melalui Hantaru ini mampu menjangkau masyarakat yang lebih luas,” tambahnya.
Salah satu peserta termuda, Gibran Rafandra Arsa Wibowo yang berusia 10 tahun dari SDN Kotagede 5, berhasil meraih Juara 2 Lomba Poster dengan menggambar maskot Mas JOS lengkap dengan lima langkah Mas Joss. Ia membuat karyanya secara manual dan terinspirasi dari pencarian gambar di internet.
Gibran mengaku senang dapat meraih juara dan berencana menabung hadiah yang ia terima untuk persiapan masuk SMP. Ia juga sering mengikuti lomba menggambar bersama ayahnya setiap minggu dan kerap mendapatkan juara.
“Suka sekali menggambar dan sering ikut lomba kalau waktu libur, tapi baru ini ikut lomba gambar poster,” katanya.(prg,wur)






