Kulon Progo, suarapasar.com – Modus penipuan yang memanfaatkan pergantian pejabat publik kembali terjadi di Kabupaten Kulon Progo. Baru sehari setelah resmi dilantik, nama Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Kulon Progo, Bambang Sutrisno, dicatut oleh oknum yang tidak bertanggung jawab melalui aplikasi pesan WhatsApp (WA) pada Kamis (9/7/2026).
Berkat respons cepat dari jajaran internal Dinas Kominfo, upaya penipuan tersebut berhasil diketahui sejak dini sehingga tidak menimbulkan kerugian materi maupun kebocoran informasi penting.
Salah satu sasaran pelaku adalah Kepala Subbagian Umum dan Kepegawaian Sekretariat Dinas Kominfo Kulon Progo, Moh Zuhdhi Malik. Ia menjelaskan bahwa dirinya menerima panggilan WhatsApp dari nomor baru yang mengaku sebagai Bambang Sutrisno.
“Awalnya saya ditelpon WA oleh nomor baru yang mengaku Pak Bambang. Padahal sebelumnya saya sudah menyimpan nomor aslinya Pak Bambang. Saat saya angkat, tidak ada suara, kemudian dia beralih mengirimkan pesan chat WA,” ujar Zuhdhi, Kamis (9/7/2026).
Merasa ada kejanggalan, Zuhdhi tidak langsung menanggapi pesan tersebut. Ia memilih melakukan verifikasi dengan menghubungi nomor resmi Kepala Dinas Kominfo untuk memastikan kebenaran identitas pengirim pesan.
“Saya konfirmasi juga ke Pak Bambang langsung. Yang bersangkutan menyatakan itu bukan dirinya. Setelah tahu itu penipuan, tidak saya respons dan langsung saya blokir saja nomornya,” tegas Zuhdhi.
Menanggapi pencatutan namanya, Kepala Dinas Kominfo Kulon Progo, Bambang Sutrisno, segera menyampaikan imbauan kepada seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo maupun masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan pejabat pemerintah.
Bambang menjelaskan bahwa pergantian pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sering dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber untuk menjalankan aksi penipuan, terutama dengan meminta data pribadi atau sejumlah uang kepada calon korban.
“Kepada bapak ibu semua, menginformasikan ada modus penipuan memanfaatkan pergantian pejabat baru pimpinan OPD. Mohon diabaikan kalau ada yang meminta data, apalagi uang. Terimakasih,” imbau Bambang secara tertulis.
Sebagai langkah pencegahan, Dinas Kominfo Kabupaten Kulon Progo telah menyebarkan flyer atau infografis imbauan melalui akun Instagram resminya. Melalui media tersebut, masyarakat diminta agar tidak mudah mempercayai pesan yang mengatasnamakan pejabat baru dan segera melaporkan apabila menemukan indikasi penipuan serupa.
Dinas Kominfo Kulon Progo juga mengimbau masyarakat dan seluruh pegawai instansi untuk selalu menerapkan prinsip Saring sebelum Sharing serta meningkatkan kewaspadaan. Apabila menerima pesan dari nomor baru yang menggunakan foto profil atau mengaku sebagai pejabat publik maupun pimpinan, masyarakat diminta untuk tidak langsung mempercayainya.
Langkah berikutnya dapat hubungi nomor kontak resmi yang sudah tersimpan sebelumnya atau jalur komunikasi kedinasan untuk memastikan kebenaran identitas tersebut. Serta abaikan segala bentuk permintaan data sensitif, seperti dokumen penting, atau transfer uang. Terakhir segera blokir nomor mencurigakan tersebut guna menghindari komunikasi lebih lanjut.(prg,wur)








