Kraton, suarapasar.com — Kepengurusan Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kota Yogyakarta periode 2025–2030 resmi ditetapkan dan dilantik oleh Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, dalam acara yang digelar di Kantor PWRI Kota Yogyakarta, Rabu (17/12). Pelantikan tersebut menandai dimulainya masa bakti kepengurusan baru dalam mendukung berbagai program pembangunan daerah, khususnya yang berkaitan dengan kesejahteraan lanjut usia (lansia).
Dalam sambutannya, Hasto Wardoyo mengapresiasi peran aktif serta semangat para anggota PWRI yang selama ini dinilai turut membantu pemerintah daerah, terutama dalam upaya peningkatan kualitas hidup lansia. Ia menyebutkan bahwa Kota Yogyakarta memiliki persentase lansia yang cukup tinggi, yakni mencapai 16,2 persen dari total penduduk.
“Pemerintah akan sangat terbantu apabila gerakan mengurus lansia ini berjalan dengan baik. Angka lansia kita cukup tinggi dan bahkan yang tertinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta,” ujar Hasto seperti dikutip dari laman Pemerintah Kota Yogyakarta.
Hasto juga menyampaikan ucapan selamat kepada KMT Condro Purnomo yang kembali terpilih sebagai Ketua PWRI Kota Yogyakarta periode 2025–2030. Ia menegaskan bahwa mengelola organisasi lansia membutuhkan kesabaran dan toleransi, mengingat para anggotanya memiliki pengalaman hidup yang panjang.
“Mengurus lansia itu tidak mudah, karena lansia juga sudah punya pengalaman panjang. Maka dibutuhkan kesabaran dan saling toleransi, karena kita sama-sama sudah dewasa dan sama-sama lansia,” katanya.
Lebih lanjut, Hasto memaparkan sejumlah program pemerintah daerah yang berfokus pada peningkatan kualitas hidup lansia. Salah satunya adalah pengembangan sekolah lansia di Kota Yogyakarta. Saat ini terdapat empat sekolah lansia, yang akan ditingkatkan menjadi enam dan pada tahun 2026 ditargetkan bertambah menjadi 15 sekolah lansia. Selain itu, pemerintah juga menjalankan program pemeriksaan kesehatan rutin setiap tiga bulan sekali bagi lansia, meliputi pemeriksaan tekanan darah, kolesterol, asam urat, serta kondisi darah secara umum. “Program pemerintah ini akan terus kita tingkatkan,” tegasnya.
Hasto berharap PWRI dapat terus menjadi wadah gotong royong, saling menasihati, serta berbagi informasi untuk menjaga kebugaran fisik lansia, termasuk melalui kegiatan senam dan program kesehatan lainnya. Ia juga menekankan pentingnya kepedulian terhadap lingkungan, khususnya kebersihan dan pengelolaan sampah, sejalan dengan program Masyarakat Jogja Olah Sampah (Mas JOS).
Selaras dengan hal tersebut, Ketua PWRI Kota Yogyakarta periode 2025–2030, KMT Condro Purnomo, menyatakan komitmennya untuk mendukung program Mas JOS hingga tingkat kelurahan melalui kerja sama dengan lurah setempat, baik dalam penyediaan fasilitas maupun sosialisasi kepada masyarakat.
“Program ini sejalan dengan filosofi Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, hamemayu hayuning bawana, yang bertujuan menciptakan kehidupan yang ayem, tenteram, dan sejahtera di lingkungan masing-masing,” ungkap Condro.
Ia menambahkan, kepengurusan PWRI harus dilandasi semangat kebersamaan dan kesatuan hati. “Mudah-mudahan meskipun sudah lanjut usia, kami tetap bisa bermanfaat. Harapannya, PWRI dapat terus berkontribusi positif hingga akhir hayat,” imbuhnya.(prg,wur)







