Pengemudi Becak Listrik DIY Dibekali Keterampilan Teknis dan Pariwisata

Yogyakarta, suarapasar.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memberikan pembekalan kepada ratusan pengemudi becak listrik melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) yang berlangsung di Kompleks Kepatihan Yogyakarta. Kegiatan ini digelar untuk meningkatkan kemampuan pengemudi dalam mengoperasikan kendaraan listrik sekaligus memperkuat peran mereka dalam mendukung sektor pariwisata.

Kepala Bidang Angkutan Dishub DIY, Wulan Sapto Nugroho, mengatakan becak listrik saat ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi, tetapi juga menjadi bagian dari daya tarik wisata yang identik dengan Yogyakarta. Karena itu, para pengemudi perlu dibekali kemampuan teknis serta wawasan kepariwisataan yang memadai.

Materi yang diberikan dalam pelatihan meliputi pengoperasian kendaraan listrik, perawatan baterai, prosedur pengisian daya yang aman, hingga pengetahuan mengenai sejarah dan budaya Yogyakarta. Peserta juga mendapatkan pelatihan bahasa Inggris dasar guna membantu komunikasi dengan wisatawan mancanegara.

“Pengemudi becak listrik diharapkan tidak hanya mampu mengoperasikan kendaraan dengan baik, tetapi juga dapat memberikan informasi dan pelayanan yang mendukung pengalaman wisatawan selama berada di Yogyakarta,” ujarnya.

Selain keterampilan pelayanan, Dishub DIY juga menekankan pentingnya perawatan kendaraan, terutama pada sistem baterai dan kelistrikan. Para pengemudi diimbau untuk mematuhi standar pengisian daya dan menggunakan perangkat pengisi daya yang sesuai dengan spesifikasi kendaraan agar keamanan tetap terjaga dan usia baterai lebih panjang.

Saat ini, becak listrik di DIY masih menggunakan sistem pengisian daya reguler yang membutuhkan waktu sekitar tiga hingga empat jam hingga baterai terisi penuh. Untuk mendukung operasional kendaraan, Pemerintah Daerah DIY telah menyediakan fasilitas Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di kawasan Parkir Ketandan. Selain itu, pengemudi juga dapat melakukan pengisian daya menggunakan jaringan listrik rumah tangga.

Dishub DIY juga tengah mengkaji penambahan fasilitas pengisian daya di sejumlah lokasi strategis, khususnya di kawasan Malioboro yang menjadi pusat aktivitas becak listrik.

Di sisi lain, para pengemudi menyambut baik keberadaan becak listrik yang dinilai lebih ringan dan efisien dibandingkan becak kayuh konvensional. Namun, mereka berharap dukungan layanan purna jual kendaraan terus diperkuat.

Salah seorang pengemudi becak listrik di kawasan Malioboro, Mardiono, mengungkapkan bahwa keterbatasan bengkel yang memahami sistem kendaraan listrik masih menjadi kendala. Selain itu, beberapa suku cadang juga belum mudah diperoleh.

“Kendaraan ini sangat membantu dalam operasional sehari-hari, tetapi ketika mengalami kerusakan kami masih kesulitan mencari tempat servis yang benar-benar memahami sistem becak listrik,” katanya.

Saat ini terdapat 340 unit becak listrik yang beroperasi di wilayah DIY. Armada tersebut berasal dari berbagai sumber bantuan, yakni 90 unit dari Pemda DIY, 50 unit melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) PT KAI, serta 200 unit dari pemerintah pusat melalui program Bantuan Presiden.

Melalui kegiatan pembinaan dan peningkatan kapasitas pengemudi ini, Pemda DIY berharap keberadaan becak listrik dapat semakin mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan di Yogyakarta. Selain itu, program ini juga menjadi upaya menjaga eksistensi transportasi tradisional yang telah lama menjadi bagian dari identitas dan budaya Yogyakarta.(prg,wur)