Kulon Progo, suarapasar.com : Dinas Pariwisata Kabupaten menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Paket Desa Wisata Kabupaten Kulon Progo yang Terintegrasi dengan Pembelajaran Luar Ruang (Outing Class) di Ruang Yudistira BPR Bank Kulon Progo, Selasa, 10 Februari 2026.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon Progo Sutarman menyampaikan FGD ini bertujuan untuk menyusun dan memantapkan paket-paket desa wisata yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan pariwisata, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran luar ruang (outing class) bagi peserta didik.
“Kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas arahan Bupati Kulon Progo untuk mengoptimalkan potensi desa wisata sebagai ruang belajar kontekstual yang berbasis kearifan lokal,” terangnya.
Dalam sambutan dan sekaligus membuka kegiatan FGD, Sutarman juga menekankan pentingnya sinergi antara sektor pariwisata dan pendidikan.
“Pengembangan paket desa wisata yang terintegrasi dengan pembelajaran luar ruang diharapkan mampu memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik sekaligus mendorong penguatan ekonomi masyarakat desa melalui kunjungan edukatif yang berkelanjutan,” imbuhnya.
Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Kulon Progo, Nur Hadiyanto menyebut program pengembangan paket desa wisata untuk outing class ini sejalan dengan bahan ajar muatan kearifan lokal yang telah diluncurkan oleh Dinas Pendidikan, sebagai upaya memperkenalkan potensi, budaya, dan karakteristik wilayah Kulon Progo kepada peserta didik sejak dini.
“Harapannya agar integrasi antara paket desa wisata dan kurikulum pembelajaran luar ruang dapat membantu siswa mengenal Kulon Progo secara lebih dekat, nyata, dan kontekstual, tidak hanya melalui pembelajaran di kelas tetapi juga melalui pengalaman langsung di lapangan,” katanya.
FGD ini diikuti oleh Pengelola Desa Wisata se-Kabupaten Kulon Progo serta K3S (Kelompok Kerja Kepala Sekolah,Balai Dkimen dan Kantor Kementrian Agama Kulon Progo dengan pendampingan dari ASITA (Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies) Yogyakarta.
Keterlibatan para pemangku kepentingan ini diharapkan dapat memperkuat penyusunan paket desa wisata yang edukatif, aplikatif, dan sesuai dengan kebutuhan dunia pendidikan.
“Melalui FGD ini, diharapkan terbangun kesepahaman dan kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah, pengelola desa wisata, dan pemangku kepentingan pendidikan, sehingga paket desa wisata Kulon Progo dapat menjadi model pembelajaran luar ruang yang edukatif, berkelanjutan, dan berbasis kearifan lokal,” pungkasnya. (Wds/drw)






