Komisi D DPRD DIY Tinjau Efektivitas Program Peladi Makarti di Panggungharjo

Yogyakarta, suarapasar.com – Komisi D DPRD DIY memantau pelaksanaan Program Layanan Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Peladi Makarti) di Kalurahan Panggungharjo, Senin (1/12/2025).

Pemantauan ini untuk memastikan layanan ketenagakerjaan berjalan efektif dan bermanfaat bagi masyarakat.

Lurah Panggungharjo Ari Suryanto menyebut program Peladi Makarti ini terus dimaksimalkan sebagai pusat informasi dan layanan ketenagakerjaan yang mudah diakses warga.

“Kami ingin membuka akses kerja seluas mungkin dan melahirkan lebih banyak wirausahawan lokal,” ujar Ari.

Ulu-Ulu Panggungharjo, Agung Prananto, menyampaikan Peladi Makarti yang baru berjalan sejak 2024 masih terus disosialisasikan.

Data hingga Oktober mencatat 409 penganggur, 74 pekerja migran aktif, 137 pekerja migran purna, dan 68 tenaga kerja disabilitas.

Inovasi layanan berbasis website dan pelatihan digital marketing telah dilakukan, meski keterbatasan anggaran masih menjadi hambatan.

“Masih membutuhkan pendampingan Disnakertrans dan dukungan Komisi D DPRD DIY terutama terkait kebutuhan anggaran,” katanya.

Wakil Ketua DPRD DIY Imam Taufik menilai isu ketenagakerjaan masih menjadi tantangan bagi DIY sehingga efektivitas layanan seperti Peladi Makarti sangat penting. Layanan ketenagakerjaan harus hadir sedekat mungkin dengan warga. Peladi Makarti adalah jembatan antara peluang dan masyarakat yang membutuhkannya

“Ini langkah strategis untuk memastikan layanan hadir di tempat masyarakat membutuhkan,” tegas Imam.

Ketua Komisi D RB. Dwi Wahyu menambahkan perlunya data akurat agar kebijakan ketenagakerjaan tepat sasaran serta mendorong sinkronisasi dengan program lain, termasuk Desa Prima.

“Kebijakan yang tepat hanya lahir dari data yang kuat,” ujarnya.

Perwakilan Disnakertrans DIY, Elini Supriyanti, menjelaskan Peladi Makarti dirancang untuk menghadirkan layanan ketenagakerjaan di tingkat kalurahan, mulai dari perlindungan pekerja migran, penempatan kerja, peningkatan kompetensi, hingga akses BPJS Ketenagakerjaan. “Dengan layanan yang dekat, stabilitas ketenagakerjaan dan ekonomi di tingkat paling bawah bisa lebih kuat,” katanya.(prg,wur/drw)