Kulon Progo (02/03/2026), suarapasar.com – Menindaklanjuti arahan Gubernur DIY, Jogja Agro Park kini telah direalisasikan sebagai kawasan pembenihan. Ke depan, kawasan ini tidak hanya berfokus pada pembenihan, tetapi juga dikembangkan sebagai kawasan edukasi sekaligus wisata untuk memperkuat citra Kabupaten Kulon Progo.
Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua DPD RI, GKR Hemas dalam kunjungannya di Jogja Argo Park, Nanggulan, Kulon Progo pada Senin (02/03). Turut hadir dalam kunjungan tersebut, Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP), Aris Eko Nugroho, Dinas Pertanian setempat bersama jajaran Ketua Penggerak PKK, DWP, dan pihak terkait lainnya.
“Ini sebetulnya yang diharapkan oleh Ngarso Dalem sebagai tempat untuk pembenihan dan pembelajaran pembibitan. Dan ini ternyata sekarang sudah mulai, sudah terealisasi sebagian. Tapi yang jadi tujuannya oleh Pak Aris dan Pak Bupati, khususnya untuk Pak Bupati berharap ini (dapat) menjadi taman edukasi bagi anak-anak,” tutur GKR Hemas usai kunjungan.
GKR Hemas menambahkan, dengan pengembangan sebagai kawasan eduwisata, Jogja Agro Park diharapkan mampu menjadi sarana edukasi bagi generasi muda untuk memperluas pengetahuan di bidang pertanian. “Jadi gimana kita harapkan ini menjadi tempat belajar anak-anak kita di dalam mengetahui pertanian, dalam mengetahui apa sih yang dimakan dan apa saja yang harus mereka ketahui,” ujar Wakil Ketua DPD RI tersebut.
GKR Hemas juga mengapresiasi berbagai fasilitas, inovasi, serta benih unggul yang telah dikembangkan di Jogja Agro Park. Ke depan, kawasan ini diproyeksikan turut memperkuat sektor wisata di Kulon Progo sehingga mampu mendorong pergerakan ekonomi masyarakat setempat.
“Jadi kita juga harus menerima tamu dan juga bisa menghidupi tempat ini sebagai kunjungan wisata,” tegas GKR Hemas.
Senada, Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan menyatakan, pemerintah Kabupaten Kulon Progo memiliki tanggung jawab untuk merealisasikan dan mengembangkan Jogja Agro Park sebagai kawasan multifungsi yang memberikan dampak positif bagi daerah dan masyarakat. “Sehingga kami Kulon Progo mempunyai tanggung jawab untuk dapat menumbuhkembangkan tempat ini sebagai tempat sarana edukasi dan juga pengenalan bagi masyarakat, serta juga bisa sebagai tempat untuk pelatihan-pelatihan. Ada beberapa ruang yang bisa dipakai, ada beberapa tempat yang bisa dipakai untuk pertemuan-pertemuan,” ungkapnya.
Agung menegaskan, sektor pariwisata telah menjadi salah satu unggulan Kabupaten Kulon Progo. Oleh karena itu, Jogja Agro Park tidak diarahkan sebagai episentrum wisata massal, melainkan sebagai tempat wisata dengan minat khusus yang mengedepankan pengalaman (experience).
“Di sini minat khususnya bisa agro. Agro secara komplit belajar dari tanaman pangan, hortikultura, perikanan, peternakan, buah-buahan, ada semua,” tutup Agung.
Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan aksi simbolis penanaman dan panen nanas oleh GKR Hemas bersama jajaran terkait menggunakan bibit unggulan yang dikembangkan Jogja Agro Park. Varietas yang ditanam antara lain Nanas Kopyor, Nanas Medusa, Nanas Hoki, Nanas Bagong, dan beberapa jenis unggulan lainnya.
Selain itu, rombongan meninjau area perbibitan dan penerapan smart farming, seperti hidroponik modern, vertikultur, sistem sprinkle otomatis berbasis smartphone, hingga pembenihan tanaman hias. Kegiatan dilanjutkan dengan pemantauan Agromarket yang menampilkan produk UMKM dan hasil bumi Kulon Progo, setelah sebelumnya berkeliling melihat fasilitas, ruang, dan alat operasional Jogja Agro Loka menggunakan bus.(prg,wur)







