Yogyakarta (27/08/2025), suarapasar.com – Pencak Malioboro Festival (PMF) ke-8 akan digelar pada 12–14 September 2025. Rangkaian kegiatan tahun ini menghadirkan 6 jam pencak silat sebagai puncak acara.
Hal tersebut disampaikan dalam pertemuan Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, bersama Paseduluran Angkringan Silat selaku penyelenggara PMF, Rabu (27/08) di Gedhong Pareanom, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta. Dalam kesempatan itu, Sri Paduka juga mendapat undangan resmi untuk hadir.
“Saya berterima kasih, kegiatan ini bisa kembali digelar. Apalagi kegiatan ini memang menjadi keinginan kita bersama untuk terus melestarikan budaya pencak silat. Sebenarnya PMF juga tidak perlu diadakan setiap tahun, karena saya tahu acara seperti ini membutuhkan tenaga ekstra. Cukup 2-3 tahun sekali, karena yang terpenting bagaimana upaya pelestariannya bisa berjalan,” ungkap Sri Paduka.
Beragam saran turut disampaikan Sri Paduka agar penyelenggaraan lebih optimal. Ia mendorong agar kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi perguruan pencak silat di seluruh Indonesia. Menurutnya, pembebanan biaya pendaftaran yang ringan bisa diterapkan sebagai bentuk tanggung jawab peserta.
“Biayanya tidak perlu mahal, kecil saja. Tapi meski hanya sedikit, ada rasa di situ, sehingga perguruan yang mendaftar bisa merasa ikut bertanggung jawab pada penyelenggaraannya. Dan mereka pun sebaiknya diberi ruang untuk bisa menjual souvenir perguruan masing-masing, sebagai ajang promosi,” imbuh Sri Paduka.
Sri Paduka juga menyarankan panitia untuk bekerja sama dengan Dinas Koperasi dan UKM DIY agar UMKM lokal dapat berpartisipasi melalui stan makanan dan minuman.
Salah satu sesepuh Paseduluran Angkringan Silat, Yosi, mengungkapkan bahwa hingga saat ini tercatat 35 perguruan dengan lebih dari 3.000 peserta siap bergabung. Antusiasme datang dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan pesilat dari Australia dan Malaysia juga memastikan hadir.
“Para peserta sudah siap hadir meramaikan PMF 2025, bahkan mereka semua datang dengan biaya sendiri. Kami juga mengundang para pesilat dari negara lain, seperti Australia dan Malaysia. Untuk tahun ini, pesilat dari Amerika menyatakan tidak bisa hadir karena terkendala waktu,” ungkapnya.
Koordinator Paseduluran Angkringan Silat, Suryadi, menambahkan acara utama 6 jam pencak silat akan berlangsung pada 13 September 2025 pukul 15.00 WIB di halaman regol barat Kompleks Kepatihan. Sebelumnya, akan ada lomba koreografi dan lomba menggambar anak-anak. Sementara itu, pawai pencak silat akan menutup rangkaian acara pada 14 September 2025 dengan rute dari halaman DPRD DIY hingga Titik 0 KM.(prg,wur)








